HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat implementasi Jalur Afirmasi Daerah, sebuah skema penerimaan mahasiswa yang menghubungkan proses seleksi dengan kebutuhan pembangunan wilayah. Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia secara terarah di daerah tersebut.
Program Jalur Afirmasi Daerah menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja Unhas ke Kantor Gubernur Sulawesi Tengah sebagai tindak lanjut nota kesepahaman kedua institusi. Rombongan Unhas yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp.Ortognat.D., didampingi Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian Prof. Ir. Suharman Hamzah, Ph.D. (Eng)., HSE, bertemu dengan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., serta sejumlah pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten.
Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Firmanza DP, S.H., M.Si., Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Drs. Rustam Arifudin, M.Si., Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah I Wayan Yudana, A.P., M.Si., serta Kepala Bagian Kerja Sama Mohammad Azir, S.STP., M.Si., bersama Kepala Bagian Kerja Sama Kabupaten Parigi Moutong dan Kepala Bagian Pemerintahan Kabupaten Sigi yang menunjukkan keterlibatan aktif pemerintah kabupaten dalam pengembangan program tersebut.
Berbeda dengan jalur penerimaan reguler yang berorientasi pada kompetisi nasional, Jalur Afirmasi Daerah menghubungkan seleksi mahasiswa dengan kebutuhan pembangunan wilayah. Pemerintah daerah dapat bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mempersiapkan sumber daya manusia pada bidang yang dibutuhkan, sementara universitas menyediakan akses pendidikan sesuai kapasitas dan kebijakan akademik.
“Pendekatan ini memungkinkan pendidikan tinggi menjadi lebih responsif terhadap tantangan pembangunan lokal,” jelas Prof. Muhammad Ruslin.
Lebih lanjut, Prof. Ruslin menegaskan bahwa Jalur Afirmasi Daerah merupakan bentuk komitmen Unhas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah sekaligus mendukung program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, “Berani Cerdas”, yang berfokus pada perluasan akses pendidikan tinggi.
Prof. Ir. Suharman Hamzah menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada penerimaan mahasiswa. Kolaborasi juga diarahkan pada penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah, Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik, dan program magang mahasiswa.
Unhas menawarkan berbagai jenjang pendidikan mulai dari sarjana, sarjana terapan, magister, doktor, hingga spesialis. Berbagai bidang ilmu seperti pemerintahan, ekonomi, hukum, kesehatan, pertanian, peternakan, kehutanan, kelautan dan perikanan, teknik, teknologi, serta ilmu sosial memungkinkan pemerintah daerah menyesuaikan kebutuhan pengembangan SDM sesuai prioritas pembangunan masing-masing wilayah.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny Arniwaty Lamadjido, menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan Unhas membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Tengah untuk mengakses pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan tenaga profesional yang akan berkontribusi pada pembangunan daerah.
“Kerja sama ini menjadi jembatan strategis untuk memperkuat kapasitas daerah melalui pengembangan talenta yang relevan,” beber dr. Reny Arniwaty.
Selama ini, kerja sama Unhas di Sulawesi Tengah telah mencakup Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Donggala, Morowali, Morowali Utara, dan Parigi Moutong. Khusus dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, kolaborasi bahkan telah berkembang hingga program afirmasi untuk jenjang doktor dan spesialis.
Peran Kepala Sekolah dalam Sosialisasi ProgramKegiatan sosialisasi Jalur Afirmasi Daerah juga diikuti oleh sekitar 30 kepala SMA dan SMK dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah. Keterlibatan para kepala sekolah menjadi bagian penting dalam memperluas informasi mengenai program ini kepada calon mahasiswa dan masyarakat di berbagai kabupaten dan kota.
Melalui pendekatan berbasis kemitraan ini, Jalur Afirmasi Daerah menunjukkan bahwa kebijakan penerimaan mahasiswa dapat berfungsi lebih dari sekadar mekanisme seleksi. Dengan mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah, Unhas dapat menjadi instrumen strategis untuk menghasilkan talenta yang relevan, memperkuat kapasitas daerah, dan mengurangi kesenjangan akses pendidikan antardaerah. (*/)






Komentar (0)