-
-
-
-
-
Bali setiap tahun dipadati jutaan wisatawan dari seluruh dunia. Pantai-pantainya ramai, hotel baru terus bermunculan, dan sektor pariwisata kembali bergeliat. Namun jauh dari hiruk pikuk destinasi populer, ada kisah yang nyaris tak terdengar.
Di sebuah desa kecil di Kabupaten Karangasem, berdiri sebuah sekolah dasar negeri yang kini hanya memiliki empat orang murid.
Sekolah itu adalah SD Negeri 6 Bhuana Giri. Lebih mengejutkan lagi, selama dua tahun berturut-turut sekolah ini tidak menerima satu pun siswa baru.
Kepala sekolah, I Made Suartika, mengaku kondisi tersebut bukan terjadi karena sekolah kehilangan kepercayaan masyarakat. Penyebab utamanya justru sederhana, yakni memang hampir tidak ada lagi anak usia sekolah dasar di desa tersebut.
"Sudah dua tahun ini berturut-turut belum dapat siswa," ujarnya.
Meski begitu, aktivitas belajar tetap berjalan seperti biasa. Awal tahun ajaran baru tetap dibuka dengan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, walaupun peserta didiknya hanya empat anak.
Suasana tahun ajaran baru di SD Negeri 6 Bhuana Giri di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, Selasa (14/7/2026). Dok: Kepala Sekolah SDN 6 Bhuana Giri, I Made Suartika
Yang tersisa hanyalah dua siswa kelas III dan dua siswa kelas VI. Sementara ruang kelas I, II, IV, dan V kosong tanpa penghuni.
Ironisnya, sekolah dengan empat murid itu masih didukung tujuh orang guru serta seorang kepala sekolah yang setiap hari tetap datang mengajar.
Bagi mereka, jumlah murid bukan alasan untuk menghentikan proses pendidikan.
Bukan Karena Orang Tua Tak Mau Menyekolahkan Anak
Suartika menjelaskan, Desa Bhuana Giri memang mengalami perubahan jumlah penduduk dalam beberapa tahun terakhir.
Sebagian besar warga usia produktif memilih merantau demi mencari pekerjaan di daerah lain. Akibatnya, jumlah keluarga muda semakin sedikit, begitu pula anak-anak yang lahir dan tumbuh di desa tersebut.
Tahun ini bahkan hampir tidak ada lulusan taman kanak-kanak maupun anak yang memenuhi usia masuk SD.
Selain itu, lokasi SDN 6 Bhuana Giri juga berada tidak jauh dari tiga sekolah dasar negeri lainnya. Dengan jumlah calon siswa yang semakin sedikit, sekolah-sekolah tersebut harus berbagi murid.
Potensi Digabung dengan Sekolah Lain
Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem mulai mengkaji kemungkinan melakukan regrouping atau penggabungan sekolah.
Namun hingga kini, belum ada keputusan resmi mengenai nasib SDN 6 Bhuana Giri.
Jika kebijakan itu benar-benar diterapkan, sekolah yang kini hanya memiliki empat murid tersebut bisa saja kehilangan identitasnya setelah bertahun-tahun menjadi tempat belajar masyarakat setempat.
Potret Bali yang Jarang Terlihat
Banyak orang mengenal Bali sebagai pulau wisata yang selalu ramai. Namun kisah SDN 6 Bhuana Giri memperlihatkan wajah lain Pulau Dewata yang jarang menjadi sorotan.
Di balik pertumbuhan industri pariwisata, sebagian wilayah pedesaan justru menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari berkurangnya jumlah penduduk, perpindahan generasi muda ke kota, hingga semakin sedikitnya anak-anak yang mengisi ruang kelas.
Empat Murid Mungkin Terdengar Seperti Angka yang Kecil
Namun di balik angka itu tersimpan cerita besar tentang perubahan sosial yang sedang berlangsung di Bali, sebuah perubahan yang mungkin tidak pernah disadari oleh jutaan wisatawan yang datang menikmati keindahan pulau ini setiap tahunnya. (Giostanovlatto)






Komentar (0)