REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengomentari soal adanya sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah (Jateng) yang berdiri di atas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dia menekankan bahwa lokasi pembangunan KDKMP sudah melalui proses rembuk desa.
Sudaryono menjelaskan, alih fungsi lahan sudah diatur, termasuk jika berkenaan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Baca Juga
Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Optimistis Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan
Prabowo: Semua Barang Subsidi Harus Disalurkan Melalui Koperasi Desa Merah Putih
Diskop UMKM Mimika Perkuat Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih
"Intinya adalah lahan yang diambil karena PSN, karena pabrik, karena apapun itu, karena memang penting, kalau memang tidak bisa dihindarkan, kalau bisa memang kita bikin di tempat yang bukan sawah," kata Sudaryono saat memberikan keterangan kepada media seusai menghadiri acara Sosialisasi Dana Bergulir LPDB Koperasi di Hotel Novotel, Kota Semarang, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, mencari lokasi pembangunan KDKMP memang agak sulit. "Nanti dibikin di sawah, salah. Dibikin yang bukan tanah sawah, dibilang katanya enggak ada orang. Kan serba susah ya," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Oleh sebab itu, Sudaryono menilai seluruh pihak dapat bersikap arif. "Intinya adalah semua lokasi Kopdes itu atas kesepakatan dari warga desa, dari anggota Kopdes-nya," katanya.
"Mau dibangun di mana, itu kesepakatan. Bukan maunya saya, bukan maunya Pak Menteri, bukan maunya siapa-siapa. Maunya warga desa," tambah Sudaryono.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)