Atap Sekolah Ambruk, Murid SDN di Grobogan Belajar Bergantian di Kelas & Musala

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Murid SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terpaksa belajar bergantian lantaran atap dua ruangan di sekolah tersebut ambruk. Mereka juga terpaksa belajar di musala.

Kepala SD Negeri Tanggirejo Juwariyah mengatakan, atap yang ambruk itu pertama kali terjadi di ruang guru dan kepala sekolah pada Januari lalu. Diduga karena bangunan sekolah yang sudah lapuk dimakan usia.

"Dimakan rayap atapnya itu. Alhamdulillahnya kejadiannya malam hari, paling selatan ruang guru itu (ambrol) Januari tahun ini. Sudah tidak bisa digunakan," ujar Juwariyah saat dihubungi wartawan, Selasa (14/7).

Kemudian pada April 2026 ruang kelas 6 juga mengalami hal serupa. Praktis ruangan kelas itu tak bisa digunakan lagi untuk kegiatan belajar mengajar.

"Ruang kelas enam, barusan kok (ambrolnya), sekitar bulan April," jelas dia.

Kondisi ini pun membuat Juwariyah terpaksa mengkosongkan ruang kelas empat dan kelas lima demi alasan keamanan. Ia takut terjadi hal serupa di tengah kegiatan belajar.

"Mulai tahun ajaran ini sudah ndak ditempati. Setelah ambrolnya yang kedua itu, terus tahun ajaran baru ini tak suruh ngosongke saja. Saya ndak mau berurusan dengan nyawa," ungkap dia.

Kini satu ruangan kelas dipakai bergantian untuk kelas satu dan dua. Siswa kelas satu belajar mulai pukul 07.00 hingga pukul 09.15 WIB. Kemudian disambung oleh kelas dua hingga siang hari.

"Kemudian satu kelas disekat untuk siswa kelas tiga dan empat. Jadi yang sebelah sana menghadap barat, yang satu menghadap timur, sing (Sekatnya) pakai triplek, bisa digeser, bisa diangkat," jelas dia.

Kemudian untuk kelas lima para siswa terpaksa belajar di musala. Sementara siswa kelas 6 diberikan satu ruangan kelas karena mereka akan menghadapi ujian akhir.

"Siswa kelas limanya tak taruh di musala. Terus ruang guru dan kepala sekolah tak tempatkan di perpustakaan," imbuu Juwariyah.

Meski dengan kondisi seadanya, namun sekolah tersebut masih diminati oleh siswa baru. Terbukti pada tahun ini pihaknya menerima 24 siswa baru.

"Kelas satu sekarang 24 anak. Ini masih MPLS sampai besok, tiga hari," ungkap Juwariyah.

Pihak sekolah juga sudah mengajukan permohonan perbaikan kepada pihak terkait. Ia berharap perbaikan segera dilakukan sehingga siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.

"Sudah (mengajukan perbaikan). Katanya ada dari revit pusat, tapi masih menunggu. Selain itu, kemarin diminta dan hari ini sudah mengumpulkan proposal sama foto-foto juga, insyaallah segera secepatnya (ada perbaikan)," kata Juwariyah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bocah di Aceh Timur Dianiaya Usai Dituduh Curi Uang Rp 10 Ribu: Diinjak-Dipukuli
• 5 jam lalu
0
thumb
Imbas Truk Nyangkut di JPO Tendean, Macet Mengular hingga Rasuna Said
• 19 jam lalu
0
thumb
Pertamina Jadi yang Pertama Terapkan Integrasi Data Perpajakan bersama DJP
• 21 jam lalu
0
thumb
Serapan Beras Bulog Tembus 3,4 Juta Ton hingga Pertengahan Juli 2026
• 16 jam lalu
0
thumb
Kemarin, PTSD pascamelahirkan pada otak ibu hingga penerapan BBM B50
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.