9 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Longsor, Jaksel Paling Banyak Wilayah Rawan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkap Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan potensi gerakan tanah atau longsor terbanyak pada  Juli 2026.

Sebanyak tujuh kecamatan di wilayah tersebut masuk dalam zona potensi gerakan tanah menengah.

Informasi tersebut disampaikan BPBD DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya, @bpbddkijakarta, yang dikutip Kompas.com, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: 9 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Alami Gerakan Tanah, Waspadai Longsor

"Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah," tulis BPBD.

Tujuh kecamatan di Jakarta Selatan yang masuk dalam zona potensi gerakan tanah meliputi:

  1. Cilandak
  2. Jagakarsa
  3. Kebayoran Baru
  4. Kebayoran Lama
  5. Mampang Prapatan
  6. Pasar Minggu
  7. Pesanggrahan

Sementara itu, dua kecamatan di Jakarta Timur yang juga masuk zona potensi gerakan tanah, yaitu:

  1. Kramat Jati
  2. Pasar Rebo

BPBD menjelaskan, peta prakiraan wilayah potensi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diterbitkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pada zona potensi gerakan tanah menengah, gerakan tanah dapat terjadi apabila curah hujan berada di atas normal.

Baca juga: Telan Anggaran Rp 5,4 Miliar, Perbaikan Jalan Longsor di Kebon Pedes Bogor Mulai Dikerjakan

Potensi tersebut meningkat terutama di wilayah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan.

Sementara pada zona potensi tinggi, gerakan tanah dapat terjadi saat curah hujan di atas normal dan berpotensi mengaktifkan kembali gerakan tanah yang pernah terjadi sebelumnya.

Karena itu, BPBD mengimbau lurah, camat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras mengguyur dalam waktu yang cukup lama.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kepada lurah, camat, dan masyarakat diimbau untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah pada saat curah hujan di atas normal," tulis BPBD.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng, tebing, maupun bantaran sungai juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda awal terjadinya pergerakan tanah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gus Yaqut Kembali Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK, Bawa Bantal Duduk
• 13 jam lalu
0
thumb
Pramono Prioritaskan Lansia Kurang Mampu di Program KLJ
• 10 jam lalu
0
thumb
Baru Berusia 4 Tahun, BabyTha Tampil Percaya Diri di Catwalk
• 16 jam lalu
0
thumb
Realisasi Anggaran Pendidikan Belum Sesuai Amanat Konstitusi
• 15 jam lalu
0
thumb
SIG (SMGR) Bubarkan Cicit Usaha SMCB Lewat Proses Likuidasi
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.