Siswa MAN 3 Padang Terduga Peledak Bom di Sekolah Pendiam dan Jarang Masuk Kelas

kumparan.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pihak sekolah MAN 3 Padang mengungkapkan siswa berinisial R, terduga peledak bom rakitan, dikenal sebagai pribadi yang pendiam.

Belakangan muncul informasi bahwa R diduga menjadi korban perundungan hingga membuat dia nekat melakukan aksi peledakkan bom rakitan itu.

Pihak sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan bullying langsung dari yang bersangkutan.

Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan selama ini R tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah bahwa dirinya mengalami bullying.

"Dia tidak pernah melapor kalau dirinya kena bully," ujar Marliza kepada awak media, Selasa (14/7)

Menurutnya, permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran R yang rendah.

Berdasarkan laporan wali kelas, R tercatat cukup sering tidak masuk sekolah sehingga pihak sekolah sempat memanggil orang tuanya.

"Anak ini dari laporan wali kelas memang sering tidak masuk sekolah. Orang tuanya pernah dipanggil dan diminta bersama-sama melakukan perbaikan, terutama terhadap nilai semester dua yang belum tuntas," katanya.

Marliza menjelaskan, sekolah selama ini telah menjalankan berbagai upaya pencegahan dan penanganan perundungan melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling (BK).

Namun, R tidak pernah menyampaikan keluhan atau pun laporan bahwa dirinya menjadi korban bullying.

"Program BK tetap berjalan. Namun anak ini tidak pernah melapor kepada kami bahwa dirinya pernah mengalami bullying," jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum insiden yang terjadi pada hari ini, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat dalam kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.

"Kasus anak ini selama ini hanya terkait sering tidak masuk sekolah dan nilai yang belum tuntas. Sebelum kejadian hari ini, anak ini tidak pernah memiliki riwayat kenakalan atau kasus lainnya. Baru kali ini terjadi," tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Gugatan Adik Keisya Levronka terhadap UNTAR Masuk Mediasi, Ibunda: Telat Banget
• 3 jam lalu
0
thumb
Pelaku Pungli Ternyata Satpol PP Jaktim, Minta Rp 300.000 ke Rumah Belajar di Jakut
• 8 jam lalu
0
thumb
Sesama Perantau Asal Lampung, Kajari dan Kapolres Pasuruan Perkuat Sinergi Lewat Kunjungan Balasan
• 2 jam lalu
0
thumb
Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Bahrain dan Kuwait dengan Rudal dan Drone
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK Limpahkan Berkas Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas dan KPK Siap Buka Fakta di Persidangan
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.