Asosiasi Dapur MBG Mengadu ke DPR: Dianggap Biang Kerok, Keracunan Salah Kami

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah asosiasi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI pada Selasa (14/7). Mereka mengeluhkan kemitraan yang menurut mereka tidak sejajar.

Ketua Umum Asosiasi Mitra Badan Gizi Nasional (BGN), mengeluhkan, pengelola dapur selalu disalahkan apabila ada kejadian luar biasa (KLB), seperti keracunan massal.

“Ini soal kemitraan yang tidak adil antara kami mitra dengan Badan Gizi Nasional,” ucap dia dalam rapat di Gedung DPR itu.

“Satu yang menjadi catatannya bahwa, ini adalah Badan Gizi Nasional hanya punya program. Yang punya fasilitas itu kami. Di dalam segala hal kami yang terluka. Dalam segala hal kami yang dianggap sebagai biang keroknya. Ada keracunan, mitra yang dianggap salah,” tambahnya.

Padahal, menurutnya, pengelola dapur hanya menyediakan fasilitas untuk berjalannya program MBG. Ia pun meminta agar kesalahan menjadi tanggung jawab bersama.

“Kami hanya menyediakan fasilitas. Tapi begitu ada keracunan dapur kami yang disuspend,” ujar dia.

“Bahkan presiden kemarin menyampaikan bahwa kami adalah para-para maling. Saya tahu ini salah informasi yang diberikan kepada Presiden. Tetapi tolong, ya, proses kemitraan didudukkan sejajar,” lanjutnya.

Ia pun mengancam, bila kemitraan keduanya tidak adil, mereka siap menutup dapur-dapur MBG.

“Kami datang kemari untuk meminta keadilan kepada bapak ibu di sini,” tegas dia.

“Kalau kemudian kami dikecewakan kami semua, kami siap gembok dapur secara secara nasional, Pak,” ancamnya.

Ia pun menilai, bila hal itu terjadi, maka akan sangat berbahaya untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

“Kalau ini kami lakukan, saya rasa program ini tidak akan jalan,” tegas dia.

“Dan ini gawat,” tutupnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polres Sampang Tangkap Satu Buron Kasus Dugaan Rudapaksa Bergilir,13 Tersangka Diamankan
• 14 jam lalu
0
thumb
Bupati Tangerang Ungkap Dugaan Awal Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin | DIPO INVESTIGASI
• 9 jam lalu
0
thumb
Jejak Kontroversi Gus Miftah: Klaim Keturunan Kiai, Hina Penjual Es Teh hingga Kini Terseret Dugaan Korupsi
• 4 jam lalu
0
thumb
Menko Polkam ke Doha, Sampaikan Duka Presiden RI atas Wafatnya Sheikh Hamad
• 8 jam lalu
0
thumb
ITS luncurkan traktor listrik untuk lahan gambut pesanan Kementan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.