Hadapi Risiko Ekonomi Global, Penguatan Tata Kelola Keuangan jadi Sorotan

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kendati perkembangan global kerap kali membawa perkembangan yang positif bagi sektor perekonomian, lanskap risiko global berkembang semakin cepat dan kompleks.

Oleh karena itulah, dalam hal ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan bahwa tata kelola yang efektif dalam menghadapi risiko tersebut juga turut menjadi tuntutan baru bagi sektor keuangan negara.

BACA JUGA:Viral di Threads! Mantan Duta Pelajar Anti Narkoba Sumut 2025 Diduga Curi Uang dan Barang Rekan Kerja

Hal serupa pun juga turut diutarakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Ferry Irawan. 

Dalam penuturannya, dirinya menyampaikan bahwa tata kelola yang baik adalah wujud dari fondasi yang memperkuat kredibilitas kelembagaan.

"Tata kelola memperkuat kredibilitas kelembagaan, memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor, sehingga dapat mendorong perekonomian yang berkelanjutan," tutur Ferry dalam sambutannya pada forum "Risk and Governance Summit (RGS) 2026", yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, pada Selasa (14/07) ini.

BACA JUGA:Wako Agung Nugroho Tancap Gas Reformasi Birokrasi Pekanbaru demi Wujudkan Visi Prabowo

Lebih lanjut, Ferry juga menambahkan bahwa perbaikan tata kelola tersebut juga merupakan langkah penting dalam mengantisipasi dampak serta risiko yang ditimbulkan dari volatilitas pasar keuangan, terutama ditengah-tengah memanasnya konflik geopolitik saat ini.

"Itu seperti dimana kita sama-sama monitor di antara berbagai ketidakpastian, yang mungkin terjadi dengan melihat perkembangan yang ada," ucap Ferry.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, sentimen serupa pun juga turut diutarakan oleh Deputi Komisioner Audit Internal, Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas OJK, Kusdarmawan Agustianto.

BACA JUGA:4 Kesalahan Trader Pemula yang Wajib Dihindari

Dalam penuturannya, dirinya menyampaikan bahwa untuk memperkuat tata kelola keuangan tersebut, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun juga secara aktif memperkuat jalinan kerjasama dengan para stakeholders, dalam menjalankan penguatan tata pengelolaan risk.

"Mudah-mudahan dengan ini, stakeholder kami dari OJK akan senantiasa menjalankan tata kelola pengelolaan risk yang kuat," tutur Agustiano.

"Sehingga diharapkan tujuan bisnis dari masing-masing lembaga atau tujuan dari visi-visi dari lembaga, organisasi, lembaga jasa keuangan itu tercapai untuk mendukung kemajuan negara kita," tambahnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saan Mustopa Pastikan RUU Perampasan Aset Rampung Tahun Ini
• 10 jam lalu
0
thumb
Said Iqbal Duga Ada Kelalaian Tewasnya 3 Pekerja di Gorong-Gorong, Minta Polisi Usut dan Siap Kawal
• 15 jam lalu
0
thumb
Rating Utang RI Dipertahankan BBB, BI Sebut Stabilitas Ekonomi Tetap Kuat
• 4 jam lalu
0
thumb
Mengapa Erling Haaland Dikagumi Banyak Orang? Sains Punya Jawabannya
• 18 jam lalu
0
thumb
Saham Berstatus High Shareholding Concentration Tak Masuk Indeks LQ45-IDX30
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.