Grid.ID - Identitas pelaku teror bom di SDN Jaksel akhirnya terungkap. Aktivitasnya setelah beraksi jadi sorotan.
Inilah sosok pelaku teror bom yang menghebohkan SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). Pelaku adalah seorang pria berinisial MY.
Terbaru, identitas pelaku teror bom di SDN Jaksel terungkap. Aktivitasnya setelah beraksi jadi sorotan. Ternyata sempat jemput anak sekolah usai buat huru-hara.
Pada saat peristiwa tersebut terjadi, MY diduga mengirimkan pesan bernada ancaman bom kepada sejumlah guru dan staf sekolah. Plt. Kanit Krimum Polda Metro Jaya, Ipda Alpino De Tech, menyampaikan bahwa MY berhasil diamankan oleh petugas di kediamannya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Terduga pelaku kami amankan pukul 12.20 WIB di Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan,” kata Alpino ditemui di Mapolres Jakarta Selatan, dikutip dari Kompas.com.
MY disebut tidak melakukan perlawanan ketika diamankan oleh petugas. Setelah ditangkap, ia langsung dibawa ke Mapolres Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, MY terlihat mengenakan kaus merah polos dengan celana cargo berwarna abu-abu. Kedua tangannya dalam kondisi terikat menggunakan kabel ties merah.
Ia kemudian digiring oleh penyidik sambil menundukkan kepala, dengan wajah tertutup masker medis.
Ipda Alpino De Tech menjelaskan bahwa hingga saat ini status MY masih sebagai saksi. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif serta alasan di balik tindakan yang diduga membuat masyarakat resah tersebut.
“Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan, kami lakukan BAP kepada terduga pelaku,” kata Alpino.
Peristiwa ancaman bom tersebut bermula ketika seorang guru dan staf Tata Usaha (TU) menerima pesan WhatsApp berisi ancaman sekitar pukul 06.28 WIB. Pesan berikutnya kembali dikirim sekitar pukul 07.21 WIB. Setelah menerima ancaman tersebut, pihak sekolah kemudian melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Salah satu guru, Subekti, mengungkapkan bahwa saat kejadian berlangsung, para siswa dan guru tengah mengikuti kegiatan upacara. Untuk mencegah kepanikan di lingkungan sekolah, upacara tetap dilanjutkan hingga selesai sambil memastikan kondisi tetap terkendali.
“Karena lagi upacara ya, tetap kami mengondisikan biar tetap stabil, tenang. Sambil saya juga harus lapor RT, kemudian lapor Polsek,” kata Subekti saat ditemui di lokasi, dikutip dari TribunnewsBogor.com.
Setelah upacara berakhir, para siswa diperbolehkan mengambil barang-barang mereka sebelum dijemput oleh orang tua yang sudah menunggu di depan gerbang sekolah. Tidak lama kemudian, polisi tiba di lokasi dan memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar demi memastikan keamanan.
Petugas kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh di seluruh area sekolah untuk memastikan tidak ada ancaman yang membahayakan. Dari hasil penyisiran tersebut, polisi tidak menemukan adanya benda atau barang mencurigakan di lokasi.
Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian turut melibatkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Tim Gegana untuk melakukan pengecekan serta memastikan situasi sekolah dalam keadaan aman dan terkendali. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)