REPUBLIKA.CO.ID, Setiap hari, umat Islam mendengar kumandang azan sebagai panggilan untuk menunaikan sholat. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa awal mula syariat azan berangkat dari mimpi seorang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah bin Zaid, yang kemudian mendapat pengakuan langsung dari Rasulullah SAW.
Abdullah bin Zaid bin Tsa'labah adalah seorang sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang berasal dari suku Khazraj, keturunan Bani Haritsi.
Baca Juga
LRT Jakarta Fase 1B Segera Beroperasi Tarif Baru Sedang Dikaji
Purbaya Pastikan Rasio Utang Negara Masih Aman, Tarif Pajak Tidak Naik
Usut Dugaan Gus Miftah Terima Rp 100 Juta dari Proyek DJKA, Jubir KPK: Jika Terbukti Disita
Kejadian terpenting yang dialami Abdullah bin Zaid adalah ketika bermimpi tentang azan. Saat terbangun, ia langsung menceritakan mimpinya kepada Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam hadis Muhammad ibn Ishaq dari Muhammad ibn Ibrahim ibn al-Harits al-Taimi, dari Muhammad ibn Abdullah bin Zaid, bahwa ayahnya berkata, “Di pagi hari aku menemui Rasulullah dan kuceritakan mimpiku. Beliau bersabda, ‘Ini adalah mimpi yang benar. Berdirilah bersama Bilal! Karena ia memiliki suara yang lebih lantang. Lalu, sampaikan kepadanya apa yang diucapkan padamu (dalam mimpi) dan serukanlah kalimat-kalimat itu.’”
Ketika mendengar suara Bilal yang berseru mengajak sholat, Umar bin Khattab bergegas keluar menemui Rasulullah SAW sambil mengangkat selendangnya, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sungguh aku pernah mendengar kalimat-kalimat yang diserukannya itu.”
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Rasulullah SAW bersabda, “Hanya bagi Allah segala puji! Seperti itulah ketetapannya.”
Muhammad Raji Hasan Kinas dalam Nafahat Athirah fi Sirah Shahabath Rasulillah SAW menerangkan, Muhammad bin Isa al-Tirmidzi mengatakan bahwa Abdullah bin Zaid adalah putra Abdi Rabbih. Kami tidak tahu hadis lain yang diriwayatkan darinya kecuali hadis yang satu ini, sementara Abdullah bin Zaid bin Ashim al-Mazini, paman Ibad bin Tamim, punya beberapa hadis yang diriwayatkan darinya.
Ketika menceritakan berbagai kejadian pada tahun 32 Hijriah, al-Thabari mengatakan bahwa pada tahun tersebut Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbih wafat. Dialah yang memimpikan kalimat-kalimat dalam azan.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)