Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Muzani Dukung Hentikan Perang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Ketua MPR, Ahmad Muzani, menjadi salah satu perwakilan Indonesia yang menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Muzani mengaku bertemu langsung dengan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, yang juga merupakan juru runding antara Iran dengan AS.

"Kami sampaikan dukacita yang mendalam dari rakyat dan bangsa Indonesia atas wafatnya pemimpin yang sangat dicintai oleh rakyat Iran. Dan kami ikut berbela sungkawa atas hal tersebut," kata Muzani di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Selasa (14/7).

"Kami merasakan bagaimana rakyat Iran merasa sedih atas ditinggalnya pemimpin yang sangat dicintainya. Karena itu, rakyat dan bangsa Indonesia berdoa mudah-mudahan rakyat Iran bisa tabah dalam menghadapi musibah ini," tambahnya.

Muzani juga menyampaikan dukungan untuk menghentikan perang yang terjadi di Timur Tengah.

"Kami juga mengatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat mencintai perdamaian. Meskipun dalam kondisi yang sangat berat, kami tetap berharap bahwa upaya untuk ketegangan peperangan ini bisa dicari solusinya," ujarnya.

Dia mengaku percaya bahwa Ghalibaf dengan segala kewenangannya bisa mempercepat terciptanya perdamaian. Hal tersebut, menurut Muzani, juga menjadi harapan masyarakat internasional.

"Kami percaya kepada Yang Mulia Mohammad Ghalibaf untuk bisa melakukan tindakan dengan menggunakan pikiran, ucapan, tindakan, dan tanda tangannya untuk menghentikan peperangan. Itu adalah pesan dari seluruh rakyat dan bangsa Indonesia," kata dia.

"Kami tidak meragukan sedikit pun komitmen dari Yang Mulia sebagai ketua juru runding Iran untuk menghentikan perang, mengatasi semua perbedaan pandangan dengan cara diplomasi, dialog, dan perundingan sebagai jalan untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan itu," tutur Muzani.

Muzani mendatangi Kota Mashhad. Ia mengatakan, di sana tak terlihat adanya aktivitas angkatan bersenjata.

"Situasinya, Kota Mashhad ketika kami datang, saya kira situasinya sangat ramai. Tidak ada tanda-tanda negara itu dalam kondisi perang. Masyarakat aktivitas seperti biasa dan tidak ada, tidak terlihat ada kekuatan bersenjata ataupun militer yang mencolok di tengah-tengah kehidupan rakyat Mashhad," ungkap Muzani.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pertemuan Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung Tegaskan Aparat Tetap Solid
• 18 jam lalu
0
thumb
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ortu Siswa, Jemput Anak Usai Kirim Ancaman
• 23 jam lalu
0
thumb
KORMI Surabaya Gelar Aksi di Dispora Jatim, Protes SK Kepengurusan Belum Terbit
• 2 jam lalu
0
thumb
Roy Suryo Ungkap Alasan Krisna Mukti Jadi Saksi Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi
• 3 jam lalu
0
thumb
Kata OJK Setelah S&P Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia Layak Investasi
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.