Pimpinan Komisi X: MPLS Bukan Ajang Intimidasi atau Perpeloncoan

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati menegaskan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tahun ajaran baru 2026/2027 bukanlah ajang intimidasi terhadap peserta didik baru.

Ia mengingatkan, MPLS merupakan momen penting yang akan membentuk kesan pertama siswa terhadap lingkungan belajar.

"Kami mengapresiasi kebijakan Kemendikdasmen yang menegaskan bahwa MPLS harus menjadi ruang pengenalan budaya sekolah yang positif, bukan ajang intimidasi ataupun perpeloncoan. Setiap anak berhak memulai perjalanan pendidikannya dengan rasa aman dan bahagia," ujar Kurniasih dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Sarana Terbatas, Alasan MPLS Sekolah Rakyat Dibagi ke 4 Gelombang

Oleh karena itu, ia meminta seluruh satuan pendidikan memastikan setiap peserta didik diterima dengan suasana yang aman, menyenangkan, dan penuh penghormatan.

Ia juga mendukung materi MPLS yang diarahkan pada penguatan karakter, pengenalan budaya sekolah, dan pemetaan potensi serta minat.

"Orientasi sekolah tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum ini harus dimanfaatkan guru untuk mulai mengenali karakter, kemampuan, kebutuhan belajar, dan potensi setiap anak sehingga proses pembelajaran ke depan menjadi lebih tepat sasaran," ujar Kurniasih.

Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi anak-anak yang baru memasuki jenjang sekolah dasar.

Baca juga: Taruna Akmil-Akpol Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Selama MPLS, Ini yang Akan Diajarkan

Menurutnya, pengalaman pertama berada di lingkungan sekolah akan sangat memengaruhi rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, serta kecintaan anak terhadap proses belajar.

Ia menjelaskan, hari pertama sekolah merupakan pengalaman yang sangat menentukan bagi anak-anak yang baru memasuki lingkungan sekolah.

"Karena itu, kehadiran dan pendampingan orang tua menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman, percaya diri, dan semangat belajar anak. Kami mengapresiasi gerakan mengantar anak ke sekolah pada hari pertama sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak," ujar Kurniasih.

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Tanpa Perpeloncoan, Ini Aturan MPLS 2026 yang Wajib Dipatuhi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Tidak lupa, ia mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang berupaya mewujudkan ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, dan berkarakter.

"Semoga seluruh peserta didik yang hari ini memulai tahun ajaran baru dapat belajar dengan semangat, penuh kegembiraan, meraih prestasi terbaik, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan saling menghormati," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BRI (BBRI) Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar, Dukung Pembangunan Nasional Bersama Danantara
• 6 jam lalu
0
thumb
Serapan Beras Bulog Capai 3,2 Juta Ton, 85% dari Target Nasional
• 2 jam lalu
0
thumb
Purbaya: Seminggu Sekali Diskusi Ekonomi dengan Presiden
• 1 jam lalu
0
thumb
Jadwal Piala Dunia 2026 Nanti Malam, Ada Duel Prancis vs Spanyol Pukul 02.00 WIB
• 4 jam lalu
0
thumb
ESQ Siapkan 100 Ribu Kuota Talent DNA untuk Siswa Sekolah Rakyat
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.