Panen Padi 1 Hektare Kini Cuma 2 Jam, Pemkab Pasuruan Andalkan Combine Harvester

beritajatim.com
13 jam lalu
Cover Berita

Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah daerah melalui sektor pertanian terus mengupayakan modernisasi alat dan mesin pertanian guna mendongkrak efisiensi masa panen di tingkat komunal. Langkah taktis ini diwujudkan dengan mengoptimalkan operasional teknologi pemotong padi modern demi memangkas durasi kerja di area persawahan.

Penggunaan inovasi mekanisasi ini terbukti mampu menekan pembengkakan biaya operasional yang selama ini kerap dikeluhkan oleh para kelompok tani lokal. Produktivitas komoditas pangan daerah kini menjadi prioritas utama demi menjaga rantai pasokan karbohidrat tetap stabil di tengah tantangan alih fungsi lahan.

“Brigade dinas kami mendapat bantuan Kementerian Pertanian dan dikelola sendiri sejak kami mendapat mesin combine ini pada tahun 2025. Mesin ini memang sangat membantu buat para petani,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfia.

Fia, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan luasan lahan sebesar 1 hektare hanya membutuhkan waktu dua jam untuk memanen padi. Sementara itu, jika dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia, membutuhkan waktu dua hingga tiga hari dengan hasil yang juga belum sempurna.

Fia juga menjelaskan bahwa percepatan masa kerja ini menjadi solusi konkret untuk mendongkrak mutu gabah kering panen agar memiliki nilai jual tinggi.

Otoritas dinas mencatat saat ini total ada lima unit mesin pemanen kombinasi (combine harvester) yang disiagakan di wilayah Kabupaten Pasuruan untuk melayani sektor pertanian publik. Seluruh armada mekanis tersebut merupakan fasilitas hibah dari pemerintah pusat yang disalurkan demi memperkuat program ketahanan pangan daerah.

Kebijakan tarif sewa yang dipatok oleh instansi pemerintah juga sengaja ditekan jauh di bawah harga pasaran korporasi swasta dari luar daerah. Kemudahan akses operasional alat berat ini diharapkan mampu memotivasi para pemuda untuk tidak ragu terjun menekuni sektor budidaya tanaman pangan.

“Secara biaya untuk sewa pastinya lebih rendah. Kalau sewa di perorangan ataupun swasta di luar Pasuruan sekitar Rp3,5 juta, sedangkan dari dinas kami menyewakannya Rp2,2 juta dan itu sudah termasuk towing, operator, dan juga BBM. Ya, kami berharap dengan adanya mesin combine ini pertanian sawah di Kabupaten Pasuruan bisa lebih mudah dan menguntungkan petani,” tambah Fia.

Skema paket hemat ini sengaja dirancang agar margin keuntungan murni yang dibawa pulang oleh para petani lokal bisa menjadi lebih besar.

Eksistensi lahan produktif di wilayah tersebut kini memiliki peran yang sangat strategis sebagai kawasan penopang kebutuhan logistik wilayah metropolitan di sekitarnya. Fluktuasi kuantitas hasil panen padi dari daerah ini akan langsung memengaruhi stabilitas indeks harga pangan di kota-kota besar seperti Surabaya.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk terus mempertahankan zona hijau pertanian di tengah derasnya arus ekspansi sektor manufaktur dan permukiman komersial. Optimalisasi teknologi modern dipastikan akan menjadi benteng utama dalam menjaga kemandirian pangan daerah secara berkelanjutan. (ada/kun)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Respons Iran atas Ancaman Tarif Trump di Selat Hormuz: 20 Persen Terlalu Tinggi
• 16 jam lalu
0
thumb
Rekam Jejak Don Ritto, Tersangka Korupsi dan TPPU Bareng Febrie Adriansyah
• 14 jam lalu
0
thumb
Aturan Royalti Karya Jurnalistik Masuk RUU, Baleg DPR: Diakui Miliki Hak Cipta
• 18 jam lalu
0
thumb
Mentan Andi Amran Pastikan Pengembangan Kopi Gayo Berlanjut dengan Tambahan 17 Juta Bibit pada 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Bobby Nasution Minta Persiapan Porprovsu XII 2026 Matang, Pastikan Atlet Bebas Keluhan
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.