Jakarta: Menyiapkan dana pendidikan anak menjadi salah satu prioritas keuangan bagi banyak keluarga. Seiring meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun, orang tua perlu memiliki perencanaan finansial yang matang agar kebutuhan pendidikan anak dapat terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan keluarga.
Biaya pendidikan tidak hanya mencakup uang pangkal atau biaya masuk sekolah, tetapi juga seragam, buku pelajaran, perlengkapan belajar, hingga biaya kuliah. Karena itu, menabung untuk pendidikan anak memerlukan strategi yang terencana, bukan sekadar menyisihkan sebagian penghasilan setiap bulan.
Baca Juga :
Cegah Burnout pada Anak, Orang Tua Perlu Mengelola EkspektasiMengutip Chubb, berikut lima cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mempersiapkan dana pendidikan anak.
1. Manfaatkan asuransi pendidikan Asuransi pendidikan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak dalam jangka panjang.
Bagi orang tua yang belum dapat menyisihkan dana setiap bulan dalam jumlah besar, pembayaran premi dapat dilakukan saat menerima penghasilan tambahan, seperti bonus tahunan atau tunjangan hari raya (THR).
Sementara itu, bagi yang memilih pembayaran rutin, fitur autodebet dari rekening gaji dapat dimanfaatkan agar pembayaran premi berlangsung tepat waktu.
2. Siapkan sumber dana tambahan Biaya pendidikan tidak berhenti pada uang sekolah. Orang tua juga perlu memperhitungkan pengeluaran lain, seperti buku, uang saku, kegiatan sekolah, hingga biaya les apabila diperlukan.
Salah satu cara menambah dana pendidikan adalah melalui instrumen investasi, seperti reksa dana pendapatan tetap (fixed income), yang berinvestasi pada obligasi dan dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan masing-masing.
3. Jual barang anak yang sudah tidak digunakan Mainan, pakaian, atau perlengkapan anak yang masih layak pakai dapat dijual melalui platform daring. Selain membantu mengurangi barang yang tidak lagi digunakan, hasil penjualannya dapat dialokasikan sebagai tambahan tabungan atau investasi untuk biaya pendidikan anak.
(Ilustrasi. Foto: Shutterstock via Lifepay)
4. Kurangi pengeluaran untuk perayaan Merayakan ulang tahun anak tetap dapat dilakukan tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Orang tua dapat mengurangi anggaran pesta, misalnya dengan membuat kue sendiri atau mengadakan acara di rumah. Dana yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk membayar premi asuransi pendidikan atau diinvestasikan sebagai dana pendidikan jangka panjang.
5. Libatkan keluarga Keluarga besar juga dapat berperan dalam mendukung pendidikan anak melalui hadiah yang bersifat edukatif atau berupa pengalaman.
Sebagai contoh, anggota keluarga dapat membiayai kursus atau kegiatan pengembangan keterampilan anak sebagai hadiah ulang tahun atau hari raya. Dengan demikian, dana yang semula disiapkan untuk kebutuhan tersebut dapat dialihkan ke tabungan pendidikan.
Momen seperti ulang tahun, wisuda, maupun hari besar keagamaan juga dapat dimanfaatkan untuk mengajak keluarga berkontribusi dalam mempersiapkan masa depan pendidikan anak.
Perencanaan dapat dimulai kapan saja
Persiapan dana pendidikan tidak hanya diperuntukkan bagi pasangan yang baru memiliki anak. Orang tua dengan anak yang telah memasuki jenjang SMP atau SMA juga masih memiliki kesempatan untuk menyiapkan biaya pendidikan tinggi melalui tabungan maupun investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu.
Perencanaan yang dilakukan lebih awal memberikan peluang lebih besar bagi keluarga untuk menghadapi kenaikan biaya pendidikan di masa mendatang.





Komentar (0)