Orang Tua Harus Awasi Aktivitas Digital Sang Buah Hati

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Seorang anak yang diberikan kepercayaan bagi orang tuanya untuk memiliki privilege handphone atau gadget lainnya merupakan hal yang lumrah di zaman sekarang. Apalagi saat ini banyak materi pembelajaran yang dapat diakses melalui internet. Namun, sayangnya distraksi saat membuka handphone sangatlah kuat, yang tadinya ingin melihat referensi pembelajaran malah scrolling media sosial yang tidak ada kaitannya dengan pembelajaran.

Banyak dari anak-anak bahkan sampai dewasa pun terdistraksi dengan media sosial, sehingga mereka kehilangan urgensi untuk membuka handphone dengan alasan “Ah, buka TikTok dulu deh 5 menit,” “Bentar lagi deh scroll Instagramnya.” Nah, dari perilaku doomscrolling atau kebiasaan terus-menerus mengonsumsi konten negatif di internet itulah menyebabkan hilang fokus sehingga produktivitas akademik maupun non-akademik pun dapat terganggu, mengganggu kualitas tidur yang mempengaruhi prestasi belajar dan dampak lainnya.

Di era digital saat ini, tidak menutup kemungkinan bahwa anak-anak telah mengakses internet dan media sosial.

Dikutip dari Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menyebutkan adanya 39,71 persen anak usia dini di Indonesia telah menggunakan handphone atau gadget, sementara 35,57 persen lainnya sudah mengakses internet.

Apabila dirinci per kelompok usianya, maka terdapat 5,88 persen anak di bawah usia 1 tahun yang sudah menggunakan handphone atau gadget dan 4,33 persen anak di bawah usia tahun yang mengakses internet pada 2024.

Kemudian, terdapat 37,02 persen anak usia 1-4 tahun dan 58,25 persen anak usia 5-6 tahun yang menggunakan handphone, sedangkan 33,80 persen anak usia 1-4 tahun dan 51,19 persen yang berusia 5-6 tahun tercatat telah mengakses internet. Bahkan, di wilayah tertinggal, anak usia 13-14 tahun sudah kecanduan mengakses media sosial.

Sebagai lembaga sosial terkecil, orang tua sangat berperan penting dalam membentuk, mengawasi, serta menanamkan nilai dan karakter pada anak itu sendiri. Lalu, bagaimana sih orang tua dapat mengawasi aktivitas digital anak?

Pertama, Memberikan handphone atau gadget sesuai kebutuhan dan tujuan yang jelas. Orang tua memberikan handphone atau gadget sebagai sarana komunikasi, akses informasi, dan pendukung pembelajaran. Pemberian gadget tidak hanya bertujuan mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga membantu remaja memperoleh pengetahuan dan menunjang aktivitas pendidikan.

Kedua, Mendampingi serta membangun literasi digital melalui komunikasi. Orang tua perlu terlibat dalam aktivitas digital remaja dengan mengajak mereka berdiskusi tentang penggunaan internet, risiko kejahatan siber, dan dampak media digital. Pendampingan ini membantu remaja mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menggunakan teknologi secara bijak.

Ketiga, Menetapkan aturan dan melakukan pengawasan penggunaan gadget. Orang tua perlu membuat kesepakatan mengenai screentime atau waktu dalam penggunaan gadget atau handphone, menjelaskan alasan di balik aturan tersebut, serta memantau aktivitas digital sang buah hati. Pengawasan dapat dilakukan melalui pembatasan akses pada konten yang tidak sesuai dan memastikan penggunaan gadget atau handphone tidak mengganggu kewajiban belajar maupun aktivitas sehari-hari.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Raih Top Company di Industri Bullion Bank 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Vs Spanyol seperti El Clasico La Liga
• 19 jam lalu
0
thumb
Bertemu Menlu Vietnam, Sugiono Teken Komitmen Dagang dan Plan of Action
• 59 menit lalu
0
thumb
Cara Mengenali Orang yang Haus Perhatian Dilihat dari Kalimatnya Sehari-hari
• 23 jam lalu
0
thumb
Apple Rayu Pengguna iPhone Lama
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.