5,13 Juta Ton Pupuk Subsidi Sudah Disalurkan ke Petani Sepanjang 2026

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 5,13 juta ton atau 52 persen dari alokasi tahun 2026 yang sebanyak 9,55 juta ton per 12 Juli 2026.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan realisasi tersebut meningkat sekitar 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini didorong oleh penyederhanaan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi sehingga petani lebih mudah mengakses pupuk,” kata Yehezkiel kepada kumparan, Senin (13/7).

Selain itu, menurut dia, keputusan pemerintah untuk menurunkan HET sebesar 20 persen pada 2025 lalu telah meningkatkan penyerapan pupuk oleh petani, sebab harga yang terjangkau membuat daya beli petani menjadi lebih kuat.

Yehezkiel juga membeberkan ketersediaan stok pupuk yang dikantongi oleh Pupuk Indonesia per Senin (13/7) mencapai 1,3 juta ton. Menurut dia stok tersebut berada dalam posisi yang aman.

“Ketersediaan stok tersebut akan terus diperkuat melalui produksi harian Pupuk Indonesia yang mencapai sekitar 25 ribu ton urea per hari dan 15 ribu ton NPK per hari,” imbuhnya.

Siap Dukung Ekspor Pupuk ke India

Yehezkiel juga menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal ekspor pupuk ke India. Menurut dia, Pupuk Indonesia siap mendukung kebijakan pemerintah.

“Pelaksanaan ekspor akan dilakukan sesuai arahan pemerintah dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan pupuk nasional,” tuturnya.

Meski demikian, Yehezkiel memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk nasional tetap menjadi prioritas utama. Saat ini kapasitas produksi Pupuk Indonesia mencapai 14,8 juta ton per tahun, selain siap memenuhi kebutuhan domestik, angka tersebut juga bisa untuk mendukung kebutuhan pasar regional.

Lebih lanjut Yehezkiel menjelaskan produksi urea ditargetkan mencapai 7,8 juta ton pada 2026, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton. Dengan demikian masih ada ruang yang memadai untuk melakukan ekspor tanpa mengganggu pasokan bagi petani Indonesia.

Sebelumnya, Pupuk Indonesia juga telah merealisasikan ekspor urea ke Australia melalui skema Government-to-Government (G2G) dengan pengiriman perdana sebanyak 47.250 ton sebagai bagian dari komitmen ekspor hingga 250.000 ton.

“Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan rantai pasok pupuk di kawasan Indo-Pasifik. Kerja sama ini juga menegaskan peran Pupuk Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung diplomasi pangan,” tutupnya.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia beberapa negara telah meminta Indonesia memasok kebutuhan pupuk urea, di antaranya Australia, Brasil, Filipina, dan India.

“Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. Kita sekarang diminta bantuan negara-negara. Bahkan Australia minta bantuan, mohon kita bisa jual urea ke mereka. Brasil, Filipina, India,” kata Prabowo dalam sambutannya dalam gelaran Peresmian 5 Bendungan di Indonesia di Lombok Barat, Jumat (10/7).


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Meriahkan Hari Anak Nasional, Vasa Hotel Surabaya Gelar Kids Fun Day Kolaborasi dengan Read Me Aloud
• 21 jam lalu
0
thumb
Febrie Adriansyah Ada di Mana? Kapuspenkum Anang Tegaskan Hal Ini
• 19 jam lalu
0
thumb
Kapolri Silaturahmi ke Jaksa Agung, Tekankan Soliditas dan Kolaborasi
• 22 jam lalu
0
thumb
Jateng Siapkan Lahan Pertanian Pangan, 9 Kabupaten/Kota Masih Proses
• 14 jam lalu
0
thumb
Volimania Dapat Kabar Bahagia, Media Korea Sebut Megawati Hangestri Berpeluang Debut Lebih Cepat Bersama Hyundai Hillstate
• 38 menit lalu
0
Berhasil disimpan.