Pantau - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman membutuhkan komitmen serta langkah nyata dari pemerintah, penyelenggara pendidikan, keluarga, dan masyarakat untuk melindungi anak dari berbagai bentuk kekerasan.
MPR Dorong Kolaborasi Wujudkan Lingkungan Pendidikan AmanLestari Moerdijat menyampaikan dukungannya terhadap upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia mengungkapkan, "Sebuah gerakan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman harus mendapat dukungan penuh dari pihak-pihak yang terkait, termasuk dari keluarga dan masyarakat."
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peluncuran Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno di Pesantren Al-Hamidiyah, Depok.
Program tersebut menargetkan 42 ribu pondok pesantren dan 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia untuk menerapkan lima pilar utama, yakni penguatan regulasi, pencegahan kekerasan, penyediaan sarana yang aman, layanan pengaduan yang berpihak kepada korban, serta kolaborasi lintas sektor.
Perlindungan Anak Harus Menjadi PrioritasLestari menilai seluruh penyelenggara pendidikan, pengelola pesantren, madrasah, keluarga, dan masyarakat harus memiliki komitmen bersama dalam mewujudkan target gerakan tersebut.
Ia menyoroti data Komnas Perempuan yang mencatat 475 kasus kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan sepanjang 2025 dengan 972 korban, serta 17 laporan kasus di lingkungan pesantren selama periode 2020 hingga 2024.
Selain itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mencatat peningkatan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dari 15 kasus pada 2023 menjadi 36 kasus pada 2024 dan meningkat menjadi 60 kasus sepanjang 2025.
Menurut Lestari, pencegahan perundungan tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan budaya toleransi di sekolah dan masyarakat serta peran aktif keluarga dalam membentuk karakter anak sejak dini.
Ia mengapresiasi peluncuran Gernas RANA, namun menegaskan keberhasilan program tersebut bergantung pada komitmen seluruh pihak untuk menjadikan perlindungan anak sebagai prioritas utama.





Komentar (0)