Pramono Minta Dishub Percepat Penanganan JPO Tendean yang Rusak Ditabrak Truk

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama organisasi perangkat daerah (OPD) agar mempercepat penanganan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, yang rusak usai ditabrak truk pengangkut alat berat.

Hal itu disampaikan Pramono usai menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Selasa (14/7).

Pramono mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, kerusakan JPO terjadi akibat kelalaian pengemudi truk yang membawa alat berat dengan tinggi melebihi batas sehingga menghantam struktur jembatan.

“Yang berkaitan dengan kerusakan JPO di Tendean. Yang memang betul-betul pasti ini karena keteledoran dari pengemudi yang membawa alat berat yang melebihi kapasitas tingginya, sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa,” kata Pramono.

Menurut dia, insiden tersebut berdampak pada kemacetan lalu lintas yang cukup parah di sekitar lokasi.

Karena itu, Pramono mengaku telah menginstruksikan Dishub DKI Jakarta dan OPD terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan agar arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali lancar.

“Untuk itu, saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan, kemudian OPD terkait untuk membantu membuka kelancaran lalu lintas yang ada di JPO Tendean tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah truk yang mengangkut alat berat mengalami kecelakaan tunggal dengan menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/7) dini hari. Benturan tersebut membuat konstruksi JPO mengalami kerusakan dan nyaris roboh.

Berdasarkan foto yang beredar di media sosial, bagian yang diangkut truk tersangkut di badan JPO hingga kendaraan berhenti tepat di bawah jembatan.

Akibat insiden tersebut, kemacetan mengular hingga Simpang Kuningan atau lampu lalu lintas HR Rasuna Said. Polisi pun melakukan pengalihan arus untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Roby Hedafos mengatakan, pemeriksaan terhadap sopir dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Polisi juga telah mendata kendaraan yang terlibat.

“Sopir saat ini sedang dimintai keterangan di kantor kepolisian, sudah kita lakukan pendataan untuk mobil truk nyangkut di jam 1 dini hari," kata Roby kepada wartawan.

Menurut Roby, dugaan sementara sopir tidak mengetahui tinggi JPO sehingga tetap melintas meski kendaraan yang dikemudikannya mengangkut alat bor berukuran besar.

"Sementara masih lidik, mungkin sopir tidak melihat JPO itu tingginya berapa dia enggak tahu. Kendaraannya ngangkut ekskavator, tapi itu seperti alat bor untuk ngebor," ujarnya.

Ia menegaskan, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab truk tersebut tersangkut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polres Sampang Tangkap Satu Buron Kasus Dugaan Rudapaksa Bergilir,13 Tersangka Diamankan
• 5 jam lalu
0
thumb
AS Luncurkan Kampanye untuk Lemahkan ICC, Singgung Kedaulatan Nasional
• 8 jam lalu
0
thumb
Polisi Thailand Selidiki Dugaan Kelalaian di Kebakaran Pub Bangkok
• 21 jam lalu
0
thumb
Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
• 21 jam lalu
0
thumb
Pemkab Kediri Larang Keras Perundungan Saat MPLS, Tekankan Dampak Psikologis Serius
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.