Pengganti LPG Segera Hadir, Raja Emiten Gas RI Ini Jadi Sorotan

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengkaji penggunaan compressed natural gas atau CNG kemasan 3 kilogram sebagai alternatif LPG (Liquefied Petroleum Gas) . Program tersebut diarahkan untuk mengurangi impor LPG, menekan beban subsidi, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik.

Namun, program tersebut masih berada dalam tahap pengujian dan penyusunan peta jalan. Investor karena itu perlu membedakan emiten yang sudah memperoleh pendapatan dari CNG dengan perusahaan yang baru berpotensi terlibat apabila program pemerintah direalisasikan secara komersial.

Berdasarkan pemaparan Kementerian ESDM, CNG disimpan pada tekanan sekitar 200-250 bar dan diperkirakan dapat memberikan penghematan biaya energi hingga 30%. Pemerintah juga mengembangkan CNG berbasis klaster dan jaringan gas rumah tangga sebagai bagian dari upaya mengurangi konsumsi LPG.

Kebijakan p0emerintah dalam melakukan diversifikasi gas bisa berdampak terhadap sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di antaranya PT Super Energy Tbk (SURE) dan PT. Citra Nusantara Gemilang Tbk [CGAS].

Dari emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, SURE mempunyai kontribusi pendapatan CNG paling transparan. CGAS memiliki model bisnis distribusi CNG yang kuat, tetapi tidak memisahkan pendapatan CNG dari penjualan gas lainnya.

Terdapat juga emiten lainnya adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA). RAJA telah melakukan perdagangan CNG, sedangkan PGAS memiliki ekosistem gas paling lengkap tetapi tidak mengungkapkan pendapatan CNG secara tersendiri.

Valuasi dalam artikel ini menggunakan harga saham intraday 13 Juli 2026 sekitar pukul 15.11-15.25 WIB. PER memakai laba bersih FY2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik induk, sedangkan PBV memakai ekuitas pemilik induk.

Angka RAJA dan PGAS yang dilaporkan dalam dolar AS dikonversikan menggunakan kurs Rp18.064/US$.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat menyampaikan paparan dalam Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM)
SURE: Pendapatan Paling Murni dari CNG, tetapi Masih Merugi

PT Super Energy Tbk (SURE) menjadi emiten dengan korelasi pendapatan paling tinggi terhadap CNG. Pada 2025, sebesar 92,73% pendapatan perseroan berasal langsung dari penjualan CNG.

Bisnis tersebut dijalankan melalui sejumlah entitas anak yang mengoperasikan CNG Mother Station di Tapen, Subang, dan Rembang. Kegiatan operasionalnya mencakup pemampatan gas ke dalam tube skid, pengangkutan menggunakan truk, serta penyediaan dan pengoperasian pressure reducing station di lokasi pelanggan.

Kemurnian bisnis CNG SURE belum diikuti fundamental yang kuat. Perseroan masih merugi, mempunyai beban keuangan besar, dan ekuitas pemilik induk negatif. Karena itu, PER dan PBV konvensional tidak relevan digunakan.

SURE menjadi saham paling sensitif terhadap kenaikan penjualan CNG, tetapi juga membawa risiko finansial terbesar. Potensi dari program pemerintah baru terbuka apabila perseroan dapat memperluas distribusi dari pelanggan industri menuju klaster komersial atau rumah tangga.

CGAS: Distributor CNG dengan Model Virtual Pipeline

PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) bergerak dalam perdagangan dan distribusi gas, pembangunan fasilitas CNG, stasiun pengisian, instalasi, serta layanan penyaluran gas kepada industri dan UMKM.

Baca: S&P Buka-bukaan! Ini 5 Alasan Rating Indonesia Tetap, Outlook Stabil

Perseroan menggunakan model virtual pipeline untuk menjangkau pelanggan yang belum terhubung jaringan pipa. Model tersebut mengandalkan fasilitas pengisian, kendaraan pengangkut gas, dan instalasi penerima di lokasi pelanggan.

CGAS juga mengembangkan CNG Station di Gresik dan Grobogan serta LNG Station di Karawang. Scope bisnisnya membuat CGAS cukup fleksibel mengikuti proyek CNG berbasis klaster, tetapi laporan keuangan belum memisahkan pendapatan CNG dan LNG secara tersendiri.

Dibandingkan SURE, CGAS memiliki neraca lebih ringan dan sudah menghasilkan laba. Namun, skala usahanya lebih kecil dan margin bersih masih tipis.

Kenaikan permintaan CNG berpotensi lebih material terhadap CGAS karena basis pendapatannya belum besar. Meski demikian, hubungan tersebut baru berubah menjadi katalis terukur apabila perseroan memperoleh kontrak, alokasi gas, atau wilayah distribusi dalam program pemerintah.

RAJA: Pemain Gas Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mempunyai cakupan bisnis lebih luas dibandingkan SURE dan CGAS. Perseroan terlibat dalam lifting minyak dan gas, kompresi, transmisi, pengangkutan gas, terminal LPG, EPC, operasi infrastruktur, perdagangan gas alam, dan CNG.

Perdagangan gas alam dan CNG dijalankan melalui PT Energasindo Heksa Karya di Jambi, Riau, Jawa Barat, dan Banten. RAJA juga mempunyai infrastruktur midstream yang dapat mendukung peningkatan pasokan dan distribusi gas.

Baca: Jangan Keliru! Ini Bedanya LPG, CNG, dan LNG

Bisnis CNG RAJA sudah menghasilkan volume komersial, tetapi hanya menjadi salah satu bagian dari portofolio energi terintegrasi. Oleh karena itu, pertumbuhan CNG tidak selalu memberikan dampak sebesar pada emiten yang lebih murni.

Fundamental RAJA lebih kuat daripada dua emiten sebelumnya, tetapi harga sahamnya juga telah mencerminkan premi pertumbuhan. Pasar tidak hanya menilai bisnis CNG, melainkan keseluruhan portofolio gas, infrastruktur, hulu migas, dan kepemilikan strategisnya.

RAJA berpotensi terlibat melalui perdagangan gas, kompresi, atau pembangunan infrastruktur. Namun, pengaruh program CNG 3 kg kemungkinan lebih terdiversifikasi di tingkat konsolidasian.

PGAS: Kandidat Strategis dalam Ekosistem Pemerintah

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memiliki ekosistem gas paling lengkap. Scope usahanya mencakup transmisi, distribusi dan niaga gas, LNG, regasifikasi, jaringan gas rumah tangga, serta stasiun pengisian bahan bakar gas.

Bisnis CNG dijalankan melalui PT Gagas Energi Indonesia dengan produk Gaslink dan C-Cyl. Model tersebut melayani pelanggan yang belum terhubung jaringan pipa menggunakan distribusi berbasis kendaraan.

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGAS mempunyai posisi strategis apabila pemerintah membutuhkan integrasi pasokan, infrastruktur, dan distribusi. Namun, besarnya skala bisnis membuat dampak proyek CNG rumah tangga tahap awal berpotensi tidak terlalu material terhadap pendapatan konsolidasian.

PGAS mempunyai valuasi paling rendah di antara empat saham, tetapi investor tetap perlu memperhatikan pasokan gas, margin niaga, perdagangan LNG, dan kebutuhan investasi baru.

Untuk program CNG 3 kg, keunggulan PGAS bukan pada kemurnian pendapatannya, melainkan kemampuan mengintegrasikan pasokan, jaringan, fasilitas, dan pelanggan dalam satu ekosistem.

Mana yang Paling Terkorelasi?

Berdasarkan bisnis yang sudah berjalan, urutan korelasinya adalah SURE, CGAS, RAJA, dan PGAS.

SURE menjadi pure play CNG paling jelas, tetapi mempunyai risiko fundamental tertinggi. CGAS memiliki model distribusi yang relevan dan neraca lebih ringan, meskipun pendapatan CNG belum dipisahkan.

RAJA telah memperdagangkan CNG, tetapi dampaknya terdiversifikasi oleh bisnis lain. PGAS mempunyai kemurnian eksposur paling rendah, tetapi posisi strategis paling kuat jika program dijalankan melalui ekosistem BUMN.

Belum ada laporan yang mengungkap kontrak resmi CNG 3 kg. Katalis baru dapat dihitung setelah pemerintah menetapkan operator, wilayah pelaksanaan, pasokan gas, harga, subsidi, standar tabung, dan kebutuhan investasinya.

Dengan demikian, CGAS dapat dilihat sebagai proksi paling murni tetapi spekulatif, PGAS sebagai pemilik ekosistem dengan valuasi relatif rendah, dan AGII sebagai penerima manfaat tidak langsung.

Kebijakan ini baru dapat disebut berpengaruh terhadap revenue setelah terdapat peta jalan final, penetapan pelaksana, skema harga dan subsidi, serta kontrak yang menyebut emiten terkait.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
JPO Kapten Tendean Dibongkar, Warga Diimbau Lewati Jalur Alternatif
• 1 jam lalu
0
thumb
Kabar Baik, Bansos PKH dan Sembako Triwulan III 2026 Cair 20 Juli
• 16 jam lalu
0
thumb
Mbak Wali Ajak Kadin Kota Kediri Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Hadapi Tantangan Ekonomi Baru
• 5 jam lalu
0
thumb
Bangunan Lama SDN Pocin 1 Depok Dibongkar Usai Polemik Panjang
• 21 jam lalu
0
thumb
OJK Sebut Penyalahgunaan AI Jadi Risiko Utama Sektor Keuangan
• 26 menit lalu
0
Berhasil disimpan.