Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan bahwa Iran telah menyerang dua kapal tanker di Selat Hormuz dengan rudal. Serangan itu menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya.
Serangan tersebut terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap Teheran, menandai eskalasi baru dalam dimulainya kembali konflik kedua negara.
Uni Emirat Arab yang kaya minyak adalah sekutu utama AS di kawasan itu dan telah melaporkan beberapa serangan rudal dan drone dari Iran.
"Kementerian Pertahanan mengumumkan bahwa kapal tanker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz, di dalam perairan teritorial Oman," tulis Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab di media sosial X, dilansir kantor berita AFP, Selasa (14/7/2026).
Serangan itu menewaskan satu awak kapal, yang merupakan seorang warga negara India, dan melukai delapan lainnya, termasuk empat orang yang "mengalami luka serius," kata kementerian tersebut.
Serangan tersebut memicu kebakaran di kedua kapal tanker yang menyebabkan kerusakan, tetapi telah berhasil dikendalikan, imbuhnya.
"Kementerian Pertahanan mengutuk serangan terang-terangan ini, menggambarkannya sebagai pelanggaran berat dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengancam keamanan dan stabilitas regional," kata kementerian tersebut.
(ita/ita)






Komentar (0)