Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi telah memberi tahu Kongres AS mengenai keputusannya untuk melanjutkan operasi militer terhadap Iran.
Informasi tersebut merujuk pada sebuah dokumen yang dikutip oleh beberapa media massa AS pada Senin, 13 Juli 2026.
Melalui surat tertanggal 10 Juli yang ditujukan kepada para pemimpin Kongres, pihak Gedung Putih memaparkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran telah dimulai sejak 7 Juli.
Langkah kinetik ini diambil setelah Teheran dituduh menyerang beberapa kapal komersial yang sedang melintasi Selat Hormuz pada 6-7 Juli, di mana tindakan tersebut dinilai melanggar komitmen yang telah disepakati dalam nota kesepahaman pada 17 Juni lalu.
Dokumen surat tersebut menjelaskan bahwa kesepakatan itu mewajibkan pihak Iran untuk mengerahkan upaya terbaiknya guna mengatur jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal komersial yang melintas dari Teluk Persia menuju Laut Oman.
"Terlepas dari komitmen ini, Iran kembali menyerang beberapa kapal komersial berbendera netral yang melintasi Selat Hormuz antara tanggal 6 dan 7 Juli 2026," tulis Trump dalam suratnya, seperti dikutip Anadolu, Selasa, 14 Juli 2026.
Ia mengatakan bahwa pasukan militer AS merespons tindakan tersebut dengan meluncurkan apa yang ia sebut sebagai serangan defensif terhadap sejumlah target di dalam wilayah Iran, termasuk situs peluncuran rudal, sistem pertahanan udara, aset militer maritim, infrastruktur pendukung, serta pusat komando dan kendali.
"Pasukan darat Amerika Serikat tidak terlibat dalam serangan ini," jelas Trump seraya menggambarkan operasi udara tersebut bersifat terbatas, terukur, terencana, dan dieksekusi dengan metode yang dirancang khusus untuk meminimalkan jatuhnya korban sipil.
Trump juga melayangkan peringatan keras bahwa pasukan AS tetap bersiaga penuh untuk mengambil tindakan tambahan yang dinilai perlu dan tepat, sebagai respons terhadap adanya ancaman atau serangan lanjutan yang mengarah pada AS beserta para sekutunya.
Sebelumnya pada hari Senin, Trump mengumumkan bahwa Washington tengah memberlakukan kembali langkah blokade terhadap Iran. Ia juga mengusulkan pengenaan biaya sebesar 20 persen bagi kapal kargo yang melewati Selat Hormuz sebagai imbalan atas jaminan perlindungan dari militer AS.
Komando Sentral AS (CENTCOM) kemudian merilis pernyataan bahwa blokade terhadap kapal-kapal yang bepergian menuju atau dari pelabuhan Iran resmi diberlakukan kembali pada hari Selasa, sementara lalu lintas laut yang tidak melanggar aturan pembatasan tetap diizinkan untuk melintas.
Situasi ketegangan antara AS dan Iran dilaporkan terus meruncing di sekitar Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir. Kedua belah pihak terpantau saling melancarkan aksi serangan balasan, terlepas dari adanya nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan yang awalnya bertujuan untuk mengakhiri konflik serta mencapai kesepakatan damai yang langgeng. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: UEA Tuduh Iran Serang Dua Tanker di Selat Hormuz, Satu Awak Kapal Tewas





Komentar (0)