Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan, Ketahanan Air Makassar Kembali Diuji

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, KOMPAS - Wilayah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, memasuki darurat kekeringan. Sebanyak lebih dari 50.000 jiwa terdampak kekeringan yang diperkirakan berlangsung panjang. Selain sumur bor dan tandon, pemerintah didesak siapkan antisipasi penanganan darurat jangka panjang.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menuturkan, sebagian wilayah di kota ini memang mulai menghadapi bencana kekeringan. Ketersediaan air mulai menurun yang bisa berdampak kepada banyak hal.

“Ada enam kecamatan terdampak kekeringan. Ini yang statusnya sedang dikaji bersama, untuk memastikan penananan status tanggap darurat. Jika situasi dianggap telah memenuhi unsur, maka statusnya segera dinaikkan,” kata Munafri seusai apel siaga bencana di Makassar, Selasa (14/7/2026).

Paling utama, ia melanjutkan, adalah mitigasi pemenuhan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk penyambungan pipa dan saluran air ke lokasi yang tidak pernah tersentuh sebelumnya. Diharapkan, warga bisa terlayani dengan segera dan

Selain itu, sejumlah upaya akan terus dilakukan. Tandon air akan disebarkan ke wilayah terdampak. Sumur bor tanah dalam juga akan dibangun di titik-titik paling krusial. Hal itu diharapkan membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Menurut Munafri, upaya ini akan terus berlanjut seiring potensi kemarau yang akan panjang. “Dalam situasi perubahan iklim ini harus ada mitigasi dan antisipasi pemenuhan kebutuhan dasar,” katanya.

Baca JugaWaduk Kering, Suplai Air Bersih Makassar Terganggu

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar, sebanyak 173 titik mengalami kekeringan. Titik ini tersebar di 27 kelurahan pada enam kecamatan. Total, ada 50.342 jiwa, atau 14.564 keluarga yang terdampak kekeringan ini.

Titik paling banyak terdampak ialah di Kecamatan Biringkanaya. Selanjutnya, berturut-turut kecamatan Tallo, Tamalanrea, Manggala, Ujung Tanah, dan Panakkukang.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar menyampaikan, saat ini pihaknya memfokuskan penanganan pada warga yang belum memiliki jaringan PDAM. Selama ini, warga memanfaatkan air tanah, baik melalui sumur pribadi maupun membeli dari penyedia.

“Ini yang menjadi fokus penanganan di tahap awal. Kami akan menyediakan penyaluran langsung jika situasi mendesak dilakukan,” ucapnya.

Baca JugaEl Nino Mendidihkan Lautan, Memecahkan Rekor

Sebanyak 100 tandon telah disiapkan, di mana setengahnya telah disebar ke titik terdampak. Tandon ini ditempatkan di fasilita umum, seperti masjid atau kantor pemerintah. Air akan disalurkan ke tandon ini melalui truk tangki.

Sementara itu, Dinas PU akan membuat sejumlah sumur bor tanah dalam. “Terkait jumlah, titik, dan teknis, itu kami semua masih menunggu penetapan status kekeringan. Karena semuanya tergantung operasional dan teknis nantinya,” tutur Fadli.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi kemarau bakal berlangsung lebih lama. Fenomena El Nino Godzilla dituding jadi penyebab. El Nino Godzilla adalah sebutan untuk fenomena ekstrem atau sangat kuat yang disebut akan melanda Indonesia di tahun 2026. Dinamai Godzilla, seperti mitos monster, karena kekuatannya yang masif dan dampak destruktifnya.

Fenomena ini menyebabkan suhu laut di Samudra Pasifik naik sangat tinggi, memicu kemarau panjang, kekeringan, dan risiko kebakaran hutan yang serius di Indonesia.

Sebelumnya, pada 2023, El Nino juga membuat Makassar mengalami darurat air bersih dan kebakaran. Saat itu, hingga November, terjadi sedikitnya 359 kejadian kebakaran. Pembangkit listrik tenaga air milik PLN di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan juga mengalami penurunan debit air. Akibatnya terjadi pemadaman bergilir yang masif.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kabar Baik! Pemerintah Gratiskan Sertifikat Rumah MBR, Ini Detailnya
• 18 menit lalu
0
thumb
Wihaji Tetapkan 15 Kabupaten dan Kota sebagai Percontohan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan
• 13 jam lalu
0
thumb
Kejagung Bentuk Tim Khusus Terkait Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 17 jam lalu
0
thumb
MYZE Hotel Sumenep Luncurkan Paket Manasik Umrah, Fasilitas Lengkap Harga Terjangkau
• 22 jam lalu
0
thumb
Pria Australia Meninggal di Tahanan Imigrasi Bali, Keluarga Mempertanyakannya
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.