Cerita Ipda Kadek Sumerta Jadi Polisi Pelindung Kaum Disabilitas di Gianyar

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ipda Kadek Sumerta sangat peduli kepada kaum disabilitas di Gianyar, Bali. Panit 1 Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh, Polres Gianyar, itu membina ratusan penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati.

Ipda Kadek bercerita awal mula dirinya berkegiatan di yayasan itu pada tahun 2017 silam. Dia yang datang ke Yayasan Bhakti Senang Hati pakai seragam polisi lengkap melihat aktivitas belajar para kaum disabilitas tapi tidak didampingi oleh guru yang mengajar.

"Karena sudah berkumpul sehingga saya memperkenalkan diri. Memang kesan awalnya mereka sangat canggung, termasuk mereka takut karena yang ada di hadapan mereka adalah polisi yang berseragam," kata Ipda Kadek kepada detikcom, Selasa (7/7/2026).

Dia pun tergerak hatinya untuk menjadi guru di yayasan kaum disabilitas tersebut. Ipda Kadek mengajarkan baca tulis sambil pelan-pelan juga menyerap segala permasalahan para anak binaannya di Yayasan Bhakti Senang Hati.

"Dengan pola mengajar tidak seperti di sekolah-sekolah formal, saya mencoba menyerap bagaimana sih permasalahan mereka, karena tingkat kemampuan anak-anak difabel yang ada di yayasan ini berbeda-beda," ucapnya.

Baca juga: Dewan Pakar Tentukan 5 Polisi Teladan Penerima Hoegeng Awards 2026

Ipda Kadek kemudian melatih para kaum disabilitas itu cara memasak, membuat hidangan untuk menjamu tamu. Ia juga bekerja sama dengan sejumlah agen pariwisata di Bali agar Yayasan Bhakti Senang Hati menjadi salah satu destinasi wisata para turis asing di Gianyar.

"Jadi hal-hal yang kami lakukan meningkatkan kemampuan mereka tentang mengenal baca tulis, meningkatkan keterampilan mereka bagaimana cara melayani orang asing, dan membuat hidangan walaupun itu hidangan nasional dan bagaimana menumbuhkan semangat mereka sehingga mereka bisa percaya diri, kemandirian yang kami utamakan di sini," ujarnya.

Di Yayasan Bhakti Senang Hati ada 120-an penyandang disabilitas yang dibina Ipda Kadek. Dari 120-an orang itu, sebanyak 25 penyandang disabilitas tinggal di asrama yayasan.

Ipda Kadek menjelaskan aksinya menjadi pelindung kaum disabilitas di Gianyar merupakan konsep hidup yang dia jalankan, yakni Tri Hita Karana, yang artinya hubungan manusia dengan tuhan, hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam.

"Jadi apa yang saya lakukan di Yayasan Bhakti Senang Hati ini adalah implementasi dari hubungan manusia dengan manusia, di mana kita sesama manusia harus saling peduli, saling memberikan kasih sayang kita kepada sesama umat manusia," kata Ipda Kadek.

Dia merasa beruntung bahwa kegiatannya itu didukung oleh atasannya. Dia ingin sampai akhirnya hayatnya menjadi 'ayah' bagi para kaum disabilitas di yayasan itu, meskipun nanti dirinya tidak lagi menjadi anggota Polri.

"Saya ingin mereka tidak ada batasan dengan saya, makannya mungkin itu yang mereka menganggap saya sebagai sosok ayah, karena semua kebutuhannya, semua permasalahannya bisa mereka sampaikan secara langsung dan tanpa ada keraguan lagi. Semoga saya bisa selamanya bisa mendampingi yayasan ini, walaupun nanti saya tidak berdinas jadi polisi," imbuhnya.

Baca juga: Cerita Sulitnya Dewan Pakar Tentukan 15 Besar Kandidat Hoegeng Awards 2026

Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Senang Hati I Nyoman Sukadana merasakan betul peran Ipda Kadek sejak pertama kali kenal pada tahun 2017. Saat itu, Ipda Kadek masih menjadi Bhabinkamtibmas Desa Siangan.

"Beliau meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak kami baca tulis karena sebagian besar anak-anak kami tidak pernah mengenyam pendidikan," ucap Nyoman.

Senada dengan Nyoman, pengurus Yayasan Bhakti Senang Hati Ida Bagus Nyoman Sancaya (Usman), mengungkap kebaikan Ipda Kadek terhadap dirinya dan para penyandang disabilitas lainnya di yayasan tersebut. Usman sudah menganggap Ipda Kadek sebagai orang tuanya.

"Bapak Kadek sangat baik kepada kami di sini, saya sendiri merasa beliau orang tua saya di sini. Apapun aspirasi saya selalu beliau dengarkan, selalu beliau sampaikan.. dan beliau selalu mengayomi kami di yayasan," ujarnya.

Konsistensi dan komitmen Ipda Kadek membina kaum disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati itu diapresiasi atasannya, Kapolsek Blahbatu Kompol Luh Putu Sri Sumartini. Menurutnya, aksi Ipda Kadek harus diteladani anggota Polri yang lainnya.

"Kegiatan yang beliau laksanakan sangat luar biasa, tentunya dapat menaikkan citra Polri di masyarakat karena di samping tugas pokok sebagai anggota Polri, beliau juga masih menyempatkan diri, menyempatkan waktu untuk memberikan pelayanan kepada kaum disabilitas," kata Kompol Luh Putu.

Selain itu, Kompol Luh Putu menyebut Ipda Kadek sosok yang bertanggungjawab terhadap tugas-tugasnya. Ia pun merasa bangga memiliki anggota seperti Ipda Kadek.

"Saya cukup bangga sebagai Kapolsek Blahbatuh, dan di mata kaum disabilitas itu yang beberapa kali juga saya kunjungi, mereka merasa bangga dan berterima kasih karena Pak Kadek ini sangat concern terhadap mereka," pungkasnya.

Lihat juga Video: Ipda Kadek Sumerta, Sosok Peduli 100 Penyandang Disabilitas di Gianyar




(fas/knv)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hobi yang Dimiliki Orang dari Kelas Sosial Atas
• 17 jam lalu
0
thumb
Tahukah Nama Asli Abimana Aryasatya? Ternyata Diganti Gegara Kurang Islami
• 8 jam lalu
0
thumb
3 Kabar Putusnya Hubungan Artis Korea Paling Mengejutkan di 2026
• 23 jam lalu
0
thumb
Jadwal KRL Solo–Jogja Hari Ini 14 Juli 2026
• 1 jam lalu
0
thumb
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan Cari Negara Lain
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.