Pengamat Usulkan Platform Digital Terintegrasi untuk Perkuat Daya Saing Ekspor Sawit

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE) Eliza Mardian mengusulkan pembentukan platform digital terintegrasi yang menghubungkan petani, kebun, pabrik pengolahan, dan eksportir guna meningkatkan daya saing ekspor minyak sawit Indonesia sekaligus memenuhi standar keberlanjutan pasar global.

Platform Digital Dinilai Jadi Solusi Ekspor Berkelanjutan

Eliza mengatakan platform tersebut perlu diintegrasikan dengan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) serta menyediakan layanan onboarding gratis atau bersubsidi bagi petani kecil.

“Integrasikan dengan ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), serta sediakan onboarding gratis atau bersubsidi bagi smallholder. Ini adalah game changer untuk memenuhi EUDR (aturan anti deforestasi Uni Eropa) dan standar pembeli lain sekaligus membuka peluang memperoleh premium price," ungkap Eliza.

Menurutnya, platform digital akan mempermudah sistem ketertelusuran (traceability) rantai pasok sehingga petani kecil lebih mudah memenuhi persyaratan keberlanjutan yang diterapkan negara tujuan ekspor.

Eliza menilai meski membutuhkan investasi awal yang besar, manfaat jangka panjangnya akan memperkuat daya saing produk perkebunan Indonesia di pasar internasional.

Ia juga mengusulkan percepatan program peremajaan (replanting) sawit menggunakan bibit unggul bersubsidi, dukungan sarana produksi, pelatihan, kredit berbunga rendah, serta percepatan sertifikasi lahan.

Menurut Eliza, langkah tersebut berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 20 hingga 40 persen dalam lima sampai tujuh tahun tanpa perlu membuka lahan baru.

Kinerja Ekspor CPO Masih Tumbuh Positif

Selain peningkatan produktivitas, Eliza mendorong pengembangan skema asuransi pertanian berbasis indeks cuaca untuk mengurangi risiko gagal panen akibat perubahan iklim.

Ia juga mengusulkan perluasan penyuluhan mengenai sistem intercropping dan agroforestry agar petani kecil memiliki sumber pendapatan tambahan dan usaha yang lebih tahan terhadap perubahan iklim maupun ketidakpastian pasar global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya mencapai 9,59 miliar dolar AS pada periode Januari-Mei 2026 atau meningkat 7,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selama periode tersebut, India menjadi tujuan utama ekspor CPO dan produk turunannya, disusul Pakistan, China, dan Bangladesh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Teror Bom Saat Hari Pertama MPLS Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Pelaku Berhasil Ditangkap Polda Metro Jaya
• 21 jam lalu
0
thumb
Lalin Senopati Macet Imbas Pembongkaran JPO Ditabrak Truk di Tendean Jaksel
• 44 menit lalu
0
thumb
KPK Limpahkan Berkas Perkara Eks Menag Yaqut dan 3 Tersangka Kasus Kuota Haji ke JPU
• 2 jam lalu
0
thumb
Kejagung Resmi Setop Pengumpulan Data Program MBG Oleh Seluruh Kejati di Indonesia, Ini Alasannya
• 7 jam lalu
0
thumb
Truk Nyangkut di JPO Tendean, Bus Transjakarta Rute 6U, 6W, dan 7Q Terdampak
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.