IHSG Dibuka Turun 0,18% ke 6.026, Saham BMRI, AMMN hingga DSSA Kompak Merah

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 6.026,91 pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Penurunan ini seiring dengan koreksi sejumlah saham big caps, antara lain BMRI, AMMN, hingga DSSA.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka melemah 0,18% atau 10,92 poin ke 6.026,91 pada pukul 09.02 WIB. Pada awal perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level terendah 6.020,36 dan sempat ke posisi 6.065,39. 

Tercatat, sebanyak 272 saham menguat, lalu 181 saham terkoreksi, dan 214 saham stagnan. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.535,01 triliun.

Saham big caps dengan penurunan terdalam, di antaranya PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang terkoreksi 1,65% ke Rp4.180, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun sebesar 1,59% menjadi Rp3.720 per saham, dan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) terkontraksi 1,21% ke Rp815.

Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga mengalami pelemahan sebesar 0,85%, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,80%, sementara saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 0,80%.

Di sisi lain, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) membukukan kenaikan sebesar 4,33% menjadi Rp3.370 per saham yang kemudian disusul saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) dengan pertumbuhan 2,12% ke Rp1.930.

Baca Juga

  • IHSG Hari Ini Peluang Menguat Efek Sentimen S&P Global Ratings
  • Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 13 Juli 2026
  • S&P Pertahankan Rating Indonesia, IHSG Ditutup Menguat 1,92% ke level 6.037

Pada perdagangan hari ini, indeks komposit dinilai berpeluang melanjutkan tren penguatan ke level psikologis  Langkah S&P yang menetapkan stable outlook untuk Indonesia menjadi katalis positif utama bagi pergerakan indeks domestik.

Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG ditutup melesat 1,92%. 

Kendati mencatatkan lonjakan signifikan, laju indeks masih dibayangi aksi jual bersih oleh investor asing senilai sekitar Rp413 miliar, dengan tekanan jual terbesar melanda saham-saham seperti BBCA, MAPI, ASII, TINS, dan DEWA.

Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini berpotensi kembali menanjak seiring adanya sentimen positif domestik dari pemeringkatan makroekonomi teranyar.

"IHSG berpotensi naik kembali jika mampu menembus level 6.050, dengan target penguatan jangka pendek menuju area 6.150. Katalisnya adalah penetapan stable outlook untuk Indonesia oleh S&P," paparnya dalam riset harian, Selasa (14/7).

BNI Sekuritas mematok area support indeks komposit pada perdagangan hari ini di kisaran level 5.970–6.000 dan posisi resistance pada rentang 6.100–6.150.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Potret Kapolri-Jaksa Agung Salam Komando, Tegaskan Solid Satu Ikatan
• 19 jam lalu
0
thumb
MPLS Santa Maria Surabaya Hadirkan Prosesi Pohon Serviam MPLS Ramah dengan Sentuhan Edukatif
• 22 jam lalu
0
thumb
35 SD di Temanggung kurang siswa baru, satu sekolah nihil pendaftar
• 19 jam lalu
0
thumb
Wihaji Tetapkan 15 Kabupaten dan Kota sebagai Percontohan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan
• 9 jam lalu
0
thumb
Komisi III DPR Tolak Usulan Mahfud MD agar KPK Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.