Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman serangan drone laut terhadap fasilitas Angkatan Laut Iran di Bandar Abbas. Pasca serangan tersebut, Presiden Donald Trump menyatakan jalur pelayaran strategis itu kembali dibuka dan menerapkan kembali blokade angkatan laut terhadap armada Iran.
Dikutip dari program Headline News Metro TV, 14 Juli 2026, rekaman video yang dirilis CENTCOM menunjukkan beberapa kapal permukaan tanpa awak jenis Corsair melaju kencang dan menghantam pelabuhan serta kapal selam yang berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Iran Bandar Abbas.
Baca Juga :
Oman Evakuasi 23 Awak Kapal Komersial yang Diserang di Selat Hormuz
Pihak militer Amerika Serikat menyatakan ini adalah pertama kalinya pasukan AS menggunakan drone laut dalam operasi tempur yang bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengganggu pelayaran komersial.
Menyusul operasi tersebut, Presiden Trump menegaskan Selat Hormuz akan tetap dibuka serta memberlakukan blokade angkatan laut yang membatasi armada Iran memasuki perairan internasional.
Trump juga berencana mengenakan biaya perlindungan sebesar 20 persen bagi kapal kargo asing yang melintas, meski mekanisme penegakannya masih belum jelas.
Di sisi lain, pihak Iran menolak keras kendali Amerika Serikat dan memperingatkan bahwa kerja sama dengan pasukan AS akan dianggap sebagai ancaman kedaulatan. Meski Teheran mengklaim selat telah ditutup, data pelacakan maritim menunjukkan lalu lintas kapal masih terus berjalan dengan jumlah yang jauh lebih rendah.





Komentar (0)