Konversi Utang, BRNA Gelar Rights Issue Jilid III

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 543.950.000 saham baru atau setara 55,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Konversi Utang, BRNA Gelar Rights Issue Jilid III (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue.

Perseroan akan menerbitkan sebanyak 543.950.000 saham baru atau setara 55,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah pelaksanaan rights issue.

Baca Juga:
BRNA Tebus Saham Repo Rp50,5 Miliar

Dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (13/7/2026) harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp685 per saham dengan rasio 9:5. Dengan skema tersebut, BRNA berpotensi meraup dana segar sekitar Rp372,6 miliar.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 35,71 persen.

Baca Juga:
Perkuat Modal, Berlina (BRNA) Right Issue 244,7 Juta Saham

Selain menerbitkan saham baru, BRNA juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 181.316.667 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp800 per waran dan rasio 3:1.

Apabila seluruh waran tersebut dieksekusi, perseroan berpotensi memperoleh tambahan dana hingga Rp145 miliar.

Manajemen menjelaskan, pelaksanaan PMHMETD III akan meningkatkan ekuitas Perseroan, baik melalui setoran tunai maupun mekanisme kompensasi (set-off) atas pokok utang menjadi saham.

Sebagian pelaksanaan rights issue akan dilakukan melalui konversi utang Perseroan kepada PT Dwi Satrya Utama (DSU) menjadi saham.

Selain sebagai kreditur, DSU juga akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) yang akan menyerap sisa saham dari HMETD yang tidak diambil oleh pemegang saham lainnya melalui mekanisme kompensasi utang.

Langkah tersebut akan menurunkan liabilitas sekaligus memperkuat struktur permodalan tanpa menambah kebutuhan arus kas saat transaksi dilaksanakan.

Rencana PMHMETD III ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 5 Agustus 2026.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapolri Pastikan Bersinergi dengan Kejagung Kawal Program Pemerintah 
• 16 jam lalu
0
thumb
Jelang Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Masih Susah Agendakan Laga Uji Coba
• 17 jam lalu
0
thumb
Wall Street Melemah, Nasdaq Jatuh 1,5% Gegara Sektor Teknologi
• 7 jam lalu
0
thumb
AS Berlakukan Blokade Iran, Trump Klaim Selat Hormuz Tetap Terbuka
• 12 jam lalu
0
thumb
Update Kecelakaan Truk Kontainer di Cirebon, Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang
• 9 menit lalu
0
Berhasil disimpan.