Trump Ancam Iran Akan Dihantam Habis-habisan oleh AS

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Presiden AS Donald Trump baru saja mengatakan Iran akan dihantam keras pada hari Senin dan Selasa.

Trump Ancam Iran Akan Dihantam Habis-habisan oleh AS (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Presiden AS Donald Trump baru saja mengatakan Iran akan dihantam keras pada hari Senin dan Selasa.

"Kita akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini dan kita akan menghantam mereka dengan keras besok. Dan tidak ada satupun yang bisa mereka lakukan untuk mencegahnya," tutur Trump saat diwawancarai oleh salah satu radio.

Baca Juga:
Prabowo Turunkan Harga BBM Kapal 30–200 GT Jadi Rp15.000 per Liter

Trump menambahkan bahwa AS akan menghancurkan Pickaxe Mountain dan dia menyebut "Katakan kepada Iran untuk bersiap-siap," ujarnya.

Dilansir dari laman Reuters Selasa (14/7/2026), Pickaxe Mountain, yang terletak di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz Iran adalah situs yang sangat dibentengi yang memiliki dua kompleks terowongan yang terkubur dalam dan menurut para ahli berada di luar jangkauan bom penghancur bunker paling kuat dalam persenjataan AS.

Baca Juga:
Trump Akan Blokade Angkatan Laut di Tengah Meningkatnya Ketegangan Soal Selat Hormuz

"Kami mengawasi (Pickaxe Mountain) dengan cermat. Kami tidak melihat aktivitas di sana. Mereka tidak baik-baik saja dengan situasi nuklir mereka. Setiap kali kami mendengarnya, kami meledakkannya. Jadi mereka tidak suka membicarakannya. Tapi kami mungkin akan segera menyerang Pickaxe," kata Trump.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan udara besar-besaran selama akhir pekan, sehingga mendorong Trump untuk menghidupkan kembali blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meningkatkan kekhawatiran tentang jalan ke depan untuk negosiasi perdamaian. 

Baca Juga:
Kejagung Bakal Telusuri Dugaan Adanya Bunker di Kasus Febrie Adriansyah

Adapun harga minyak mentah melonjak, naik 9,4 persen sehingga memicu kekhawatiran bahwa pasokan yang terbatas dan tekanan harga energi yang meningkat dapat meluas menjadi inflasi sistemik jangka panjang.

(kunthi fahmar sandy)

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Nasdaq Turun 1,6 Persen

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saat Emosi Ambil Alih Kemudi, Pelajaran Kasus Mini Cooper dan Angkot Bekasi
• 5 jam lalu
0
thumb
Prabowo Sampaikan Duka Cita Atas Wafatnya Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad
• 20 jam lalu
0
thumb
BEI Yakin Ada 1.100 Perusahaan Tercatat pada 2030
• 22 jam lalu
0
thumb
Jin Ki-joo Belajar Makna Jadi Orang Dewasa Lewat Teach You A Lesson
• 18 jam lalu
0
thumb
Buah dan Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dibeli dalam Kondisi Sudah Dipotong
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.