REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Komisi Eropa telah menggelar pertemuan kedua Palestine Donor Group (PDG) di Brussels, Belgia, Senin (13/7/2026). Pertemuan tersebut menyepakati peluncuran Team Gaza Initiative yang akan menghimpun dana sebesar 883,6 juta euro atau setara Rp 18,22 triliun untuk upaya awal pemulihan Gaza.
Mengutip laman resmi Komisi Eropa, PDG diketuai bersama oleh Komisioner Eropa untuk Mediterania Dubravka Suica dan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa. Pertemuan kedua PDG dihadiri 65 delegasi. Selain pejabat tinggi Uni Eropa dan perwakilan organisasi internasional, pertemuan itu turut dihadiri untuk pertama kalinya oleh Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian Nikolay Mladenov serta Kepala Komite Nasional untuk Administrasi Gaza Ali Shaath.
Baca Juga
Gaza Kian Tercekik, Tokoh Nasional Desak Indonesia Bersikap Lebih Tegas
Empat Rudal Israel Hantam Kawasan Perumahan Gaza
Kebiadaban Israel Berlanjut, Empat Syahid di Gaza
Dalam pertemuan tersebut, para delegasi sepakat memberikan dukungan keuangan yang lebih besar bagi upaya pemulihan awal Gaza. Hal itu sejalan dengan Rencana Perdamaian Gaza dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, serta melengkapi upaya internasional lainnya di bidang tersebut.
"Komisioner Suica secara resmi meluncurkan Team Gaza Initiative yang mengumpulkan kontribusi keuangan sebesar 883,6 juta euro untuk mendukung tindakan pemulihan awal di berbagai sektor demi kesejahteraan warga sipil di Gaza," tulis Komisi Eropa pada laman resminya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sejumlah negara, seperti Spanyol, Denmark, Inggris, Jerman, Norwegia, Finlandia, Italia, Belanda, Prancis, Jepang, Swiss, Swedia, dan Belgia, akan berpartisipasi dalam inisiatif tersebut. Negara-negara lainnya, seperti Australia dan Kanada, telah menyatakan minat dan diharapkan turut bergabung. Sementara itu, lembaga seperti Bank Dunia dan Bank Investasi Eropa akan ikut dalam Team Gaza Initiative.
Menurut laman Komisi Eropa, Team Gaza Initiative berakar pada laporan bertajuk The Rapid Damage and Needs Assessment for Gaza yang dirilis Uni Eropa, PBB, dan Bank Dunia pada April 2026. Tujuannya adalah mengoordinasikan proyek-proyek pemulihan awal di Gaza agar berbagai layanan dasar bagi penduduk, seperti infrastruktur air dan sanitasi, pemulihan sistem kesehatan, energi, pertanian, dan pangan, dapat berfungsi kembali.
"Selama kunjungannya baru-baru ini ke Israel dan Palestina, Komisioner Šuica mencapai kesepakatan dengan otoritas Israel mengenai langkah selanjutnya untuk implementasi dua proyek besar di bidang pengelolaan limbah dan air di Gaza. Pertemuan hari ini mencakup pertukaran dan penyelarasan pertama mengenai proyek-proyek ini," tulis Komisi Eropa pada laman resminya.
Untuk menyalurkan dana kepada Otoritas Palestina secara aman dan transparan, Komisi Eropa mengandalkan PEGASE. Uni Eropa mendesain sistem tersebut pada 2008 dengan standar kontrol tinggi yang diterapkan melalui audit ex ante dan verifikasi ex post.
Para donor di bawah PEGASE berkontribusi pada pengurangan biaya transaksi yang signifikan untuk dukungan keuangan kepada Otoritas Palestina. Hal itu juga memungkinkan peningkatan kepemilikan, transparansi, dan efektivitas kontribusi internasional kepada Otoritas Palestina.
Sejak didirikan, PEGASE telah menyalurkan dukungan kepada rakyat Palestina dengan total sebesar 3,8 miliar euro.
Komentar (0)