JEMBER, ERANASIONAL.COM – Tim kesehatan Puskesmas Jelbuk terus memastikan layanan kesehatan menjangkau seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah dengan akses ekstrem. Melalui layanan home care, petugas mendatangi pasien sakit, ibu hamil, dan balita stunting di sejumlah dusun terpencil.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian berada di Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk. Medan yang terjal dan jarak yang cukup jauh membuat sebagian warga kesulitan mengakses pelayanan kesehatan secara cepat.
Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, S.Tr.Keb., mengatakan setiap wilayah memiliki perawat dan bidan sebagai penanggung jawab pelayanan. Mereka bertugas memantau kondisi masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Untuk penanganan kasus rentan, di setiap wilayah ada perawat dan bidan wilayah. Sementara untuk jangkauan sulit, kami memberikan pelayanan home care dengan mendatangi pasien,” ujar Machus, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, pelayanan kesehatan diberikan secara gratis. Warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan maupun yang mengalami kendala administrasi tetap difasilitasi melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Machus menjelaskan, tantangan serupa juga ditemukan di Dusun Tenap, Desa Sucopangepok. Bahkan, petugas harus berjalan kaki saat mengunjungi ibu hamil karena belum tersedia akses kendaraan roda dua.
“Meski lokasinya ekstrem, bidan wilayah tetap harus memantau ibu hamil. Kami juga menangani pasien penyakit kronis yang tidak bisa menjangkau Puskesmas,” katanya.
Kepala Dusun Sumbercandik, Abd. Hakim, mengapresiasi pelayanan yang diberikan Puskesmas Jelbuk. Menurutnya, layanan jemput bola sangat membantu masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan.
“Dulu kalau ada warga sakit harus kami antar ke Puskesmas atau rumah sakit. Jaraknya sekitar 10 kilometer dan masih ada warga yang tinggal lebih jauh dengan medan lebih ekstrem,” ujarnya.






Komentar (0)