DUBAI, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap Iran di Selat Hormuz, Senin (13/7/2026).
AS juga akan memungut biaya sebesar 20 persen dari seluruh muatan kapal yang dikirim sebagai kompensasi untuk menutup biaya pengamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Meski demikian, Trump belum menjelaskan mekanisme penerapan kebijakan itu.
Pengumuman ini disampaikan setelah aksi saling serang terbaru memperburuk situasi dan mengancam proses negosiasi damai untuk mengakhiri perang yang dipicu serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Melalui akun media sosialnya, Trump menegaskan blokade hanya berlaku bagi kapal-kapal Iran atau pihak yang menjadi pelanggan negara tersebut.
Baca Juga: AS Serang Iran Lagi, Diperintah Langsung Presiden Donald Trump
"Selat Hormuz terbuka dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran. Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat Hormuz yang adil dan terbuka," tulis Trump, dikutip dari Associated Press.
Kebijakan tersebut diumumkan setelah ketegangan kembali meningkat.
Eskalasi terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz pada Minggu (12/7/2026).
Ketegangan di jalur vital perdagangan energi dunia itu terus meningkat sejak AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari lalu. Menyusul serangan AS dan Israel, Iran kemudian menutup Selat Hormuz.
Status Selat Hormuz kini menjadi sengketa antara kedua pihak.
Iran mengeklaim berhak mengatur lalu lintas kapal dan memungut biaya berdasarkan kesepakatan damai sementara yang dicapai bulan lalu.
Baca Juga: Dubes AS untuk Israel Peringatkan Iran, Gemakan Ancaman Trump ke Teheran
Namun, AS dan negara-negara Barat menolak klaim tersebut dengan mengacu pada hukum internasional mengenai kebebasan navigasi.
Uni Eropa melalui kepala diplomasinya, Kaja Kallas, juga mendesak agar selat itu tetap dibuka seperti sebelum perang.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- Donald Trump
- Iran
- Selat Hormuz
- blokade Iran
- perang Iran
- Amerika Serikat





Komentar (0)