VIVA – Meninggalnya komedian Simson Rarameha Ngadang atau yang lebih dikenal sebagai Temon akibat serangan jantung pada Minggu, 12 Juli 2026, menjadi kabar duka bagi dunia hiburan Tanah Air. Sebelumnya, Temon diketahui memiliki riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Menurut keluarga, ia dikenal sebagai sosok yang kuat dan jarang mengeluhkan kondisi kesehatannya.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa serangan jantung bisa datang secara tiba-tiba, bahkan pada seseorang yang tampak tetap beraktivitas seperti biasa. Tak sedikit pria yang mengabaikan gejala awal karena menganggapnya sebagai kelelahan, masuk angin, atau gangguan pencernaan.
Padahal, mengenali tanda-tanda serangan jantung sejak dini dapat meningkatkan peluang mendapatkan penanganan yang cepat dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih serius.
Serangan jantung sendiri terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung terhambat, biasanya akibat penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Berikut beberapa tanda serangan jantung pada pria yang perlu Anda waspadai, sebagaimana dilansir dari Mayo Clinic, Selasa, 14 Juli 2026.
1. Nyeri atau rasa tertekan di dada
Gejala paling umum dari serangan jantung adalah nyeri dada. Rasa nyeri biasanya muncul di bagian tengah atau sisi kiri dada dan digambarkan seperti ditekan, diremas, tertindih benda berat, atau terasa penuh. Nyeri tersebut dapat berlangsung selama beberapa menit atau hilang kemudian muncul kembali. Jangan menganggapnya sebagai keluhan biasa, terutama jika disertai gejala lain.
2. Nyeri menjalar ke lengan, bahu, leher, atau rahang
Rasa tidak nyaman akibat serangan jantung tidak selalu berhenti di dada. Pada banyak pria, nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, lengan kanan, bahu, leher, rahang, hingga punggung atau perut bagian atas. Jika keluhan ini muncul bersamaan dengan nyeri dada, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
3. Sesak napas
Sesak napas dapat muncul sebelum nyeri dada, bersamaan dengan nyeri dada, atau bahkan tanpa disertai rasa sakit di dada sama sekali. Kondisi ini bisa terasa saat sedang beraktivitas maupun ketika sedang beristirahat. Bila sesak napas muncul secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, jangan menunda untuk memeriksakan diri.






Komentar (0)