Jakarta, VIVA - Polisi memberi pendampingan psikologis ke siswa SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, guna memulihkan trauma pasca teror ancaman bom yang sempat diterima sekolah itu.
"Kami mencoba untuk melakukan pendampingan kepada pihak sekolah karena ini melibatkan subjeknya, objeknya anak sekolah,"ucap Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rita Wulandari Wibowo dikutip Selasa, 14 Juli 2026.
Pendampingan diharap bisa memulihkan rasa aman hingga mengurangi kecemasan pada siswa juga orang tua murid. Anggota juga bakal berbaur dengan anak-anak melakukan edukasi dan penguatan mental.
Kegiatan ini, lanjutnya, merupakan upaya penegakan hukum dalam pemberian pencegahan dan juga melakukan upaya perlindungan kepada perempuan, anak, dan kelompok rentan.
"Saya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, akan hadir memberikan penguatan kepada sekolah, kepada seluruh anak-anak, dan juga kepada orang tua siswa," tutur dia.
Dengan upaya tersebut, pihaknya berharap bisa memperkuat program pencegahan ancaman yang berpotensi menimbulkan trauma dan mengganggu proses belajar mengajar di lingkungan sekolah.
Untuk diketahui, Polda Metro Jaya bergerak cepat mengungkap kasus teror bom yang sempat menggegerkan SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Polisi kini telah mengamankan seorang terduga pelaku. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan, pelaku yang diamankan bernama Maulana Yunus (34).
"Kegiatan teror yang terjadi, untuk pelaku satu orang inisial MY alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan. masih dalam pendalam penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," kata dia, Senin, 13 Juli 2026.
Sebelumnya, kepolisian menerima laporan dugaan ancaman bom sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan MPLS berlangsung. Setelah menerima laporan, petugas langsung melakukan sterilisasi dan penyisiran di area sekolah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tim penjinak bom (Jibom) Gegana dan Densus 88 Antiteror memeriksa berbagai sudut bangunan sekolah. Personel Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga disiagakan di sekitar lokasi untuk mendukung pengamanan. (Ant)






Komentar (0)