Yaman Klaim Serang Bandara Sanaa untuk Gagalkan Pesawat Iran Mendarat

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Yaman mengaku melancarkan serangan ke Bandara Internasional Sanaa pada Senin (13/7). Serangan itu diklaim bertujuan mencegah pesawat Iran mendarat di ibu kota Yaman.

Dilansir AFP, Senin (13/7/2026), kelompok Houthi yang menguasai Sanaa justru menuding Arab Saudi berada di balik serangan tersebut. Insiden ini menjadi eskalasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir antara pemerintah Yaman dan kelompok Houthi yang didukung Iran.

Kementerian Pertahanan Yaman menyatakan serangan dilakukan setelah Houthi menolak menggunakan pesawat maskapai nasional Yemenia untuk memulangkan delegasinya dari Teheran. Delegasi itu sebelumnya menghadiri pemakaman pemimpin tertinggi Iran.

Baca juga: Kembali Panas, Arab Saudi dan Houthi Saling Ancam!

Pemerintah Yaman menuding Houthi justru memaksa penggunaan pesawat Iran untuk memasuki wilayah udara Yaman.

"Milisi teroris Houthi yang didukung rezim Iran mencegah pesawat nasional Yaman mendarat di Bandara Sanaa, sementara tetap mengizinkan pesawat Iran melanggar wilayah udara Yaman. Karena itu landasan pacu bandara menjadi sasaran," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Yaman.

Sebelumnya, televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa landasan pacu Bandara Internasional Sanaa menjadi sasaran "agresi Saudi".

Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi memang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Awal bulan ini, Houthi menuduh Riyadh menyerang sebuah pesawat Iran yang mendarat di Bandara Sanaa untuk mengangkut delegasi
mereka.

Saat itu Houthi mengancam akan menyerang bandara serta aset-aset vital milik Arab Saudi apabila Riyadh kembali melanggar wilayah udara Yaman atau melancarkan serangan baru.

Baca juga: Netanyahu Ngotot Rekonstruksi Gaza Tak Dimulai Tanpa Perlucutan Senjata

Perkembangan terbaru ini memunculkan kekhawatiran akan kembali memanasnya konflik antara Houthi dan Arab Saudi setelah beberapa tahun terakhir relatif mereda.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menuding Arab Saudi telah mengakhiri fase deeskalasi konflik.

"Arab Saudi telah mengakhiri fase deeskalasi dan harus memikul tanggung jawab penuh atas konsekuensi agresinya. Agresi ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan atau hukuman," ujar Saree.




(eva/ygs)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 2 Tahun Penjara Terkait Kasus Survei
• 13 jam lalu
0
thumb
Progres Pembangunan 2 Sekolah Rakyat di Medan dan Kediri Capai 100%
• 10 jam lalu
0
thumb
Rupiah Melemah ke Rp18.104 per Dolar AS Meski Pasar Respons Positif Proyeksi IMF dan ADB soal Pertumbuhan Ekonomi RI 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Anggap Kapolri Sahabat, Jaksa Agung: Jangan Berpikir Kami Ini Rival!
• 2 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Terjadi di Pabrik Sepatu Jinjiang, Tiongkok, Pendaki Tebing Menyelamatkan Tiga Orang dengan Memanjat Dinding
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.