Pengirim Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Ternyata Orangtua Murid, Sempat Jemput Anak ke Sekolah

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku.

Pengirim Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Ternyata Orangtua Murid, Sempat Jemput Anak ke Sekolah

IDXChannel - Polisi mengungkap fakta baru terkait sosok MY (34), pelaku yang mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi menyebut, pelaku ternyata orang tua dari salah satu siswa di sekolah tersebut. 

"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7/2026). 

Baca Juga:
Trump Bakal Jatuhkan Bom di Iran Jika Tidak Menyukai Kesepakatan Damai

Iman menambahkan, pelaku sempat menjemput anaknya usai mengirimkan pesan tersebut. Sebagaimana diketahui, para siswa di SDN itu dibubarkan dan diminta pulang usai adanya teror bom. 

"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," kata dia. 

Baca Juga:
AS Lanjut Bombardir Iran usai Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir

Berdasarkan penyidikan sementara, pelaku berdalih hanya iseng saat melakukan ancaman teror bom tersebut. Meski begitu, polisi masih melakukan serangkaian pendalaman.

Diketahui, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi tadi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi. 

Baca Juga:
Ini Motif Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 saat Hari Pertama Masuk Sekolah

Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku.

"Betul (Dicek kejiwaan pelaku)," kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech.

Tak hanya memeriksa kondisi psikologis, polisi juga akan menggunakan pendekatan ilmiah dalam proses penyidikan. Psikologi forensik akan dilibatkan bersamaan dengan metode scientific crime investigation guna mengurai seluruh fakta, mulai dari motif hingga kemungkinan ada pihak lain yang berkaitan dengan aksi tersebut.

"Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Puncak Kenaikan Harga Barang Diproyeksi Terjadi Akhir 2026, Ritel Mulai Waspada
• 22 jam lalu
0
thumb
Ortu Siswa Disabilitas di Tangsel Terbantu Bus Sekolah Gratis, Hemat hingga Rp150 Ribu
• 17 jam lalu
0
thumb
BNI Perkuat Tata Kelola Penyaluran KUR, Analisis Kredit tanpa Collection Agent
• 16 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap Pengirim Ancaman Bom ke SDN Srengseng Sawah
• 22 jam lalu
0
thumb
Gelar FGD di Bandung, Badan Pengkajian MPR Bahas Penguatan Kedaulatan Rakyat
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.