Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gelombang panas yang melanda sebagian besar Eropa Barat kembali memicu kebakaran hutan di sejumlah wilayah. Di Prancis, kebakaran hutan di dekat Paris memaksa penutupan jalan raya, sementara di Spanyol jumlah korban tewas akibat salah satu kebakaran hutan paling mematikan tahun ini meningkat menjadi 13 orang.

Dilansir Reuters, Senin (13/7/2026), Eropa Barat kini tengah menghadapi gelombang panas ketiga pada musim panas tahun ini. Vegetasi yang mengering akibat cuaca ekstrem serta suhu tinggi memicu kebakaran hutan dari Semenanjung Iberia hingga Prancis.

Baca juga: AS Terpanggang! Rekor Suhu Tembus 43 Derajat Celsius

Sebagian besar ilmuwan menilai perubahan iklim menjadi faktor yang memperburuk frekuensi dan intensitas kebakaran hutan di kawasan tersebut.

Di Prancis, ratusan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang dengan cepat menyebar di kawasan hutan Fontainebleau, sekitar 70 kilometer di selatan Paris. Kawasan itu dikenal sebagai lokasi salah satu istana kerajaan Prancis yang bersejarah.

Kebakaran tersebut menyebabkan jalan tol A6 yang menghubungkan Paris dengan Lyon dan wilayah selatan Prancis ditutup sementara. Sejumlah layanan kereta cepat juga mengalami gangguan akibat kebakaran di sekitar jalur rel.

Baca juga: Kebakaran Maut di Spanyol Hanguskan 3.200 Hektar Lahan, 23 Orang Hilang

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengungkap dugaan kalau kebakaran disengaja. "Terdapat sekitar 10 titik awal kebakaran dalam radius 1.000 meter, yang menunjukkan kemungkinan api sengaja dinyalakan," ujar Nunez.

Sementara itu di Spanyol, jumlah korban tewas akibat kebakaran hutan besar di Provinsi Almeria bertambah menjadi 13 orang setelah seorang perempuan warga negara Inggris berusia 93 tahun meninggal dunia akibat luka bakar. Hingga Senin, otoritas setempat juga masih mencari 10 orang yang dilaporkan hilang.

Di sisi lain, para ilmuwan yang memantau angka excess deaths atau kematian berlebih mencatat ribuan kematian tambahan selama gelombang panas yang melanda Eropa dan Inggris pada akhir Juni lalu.

Otoritas cuaca Prancis menyebut sekitar 26 juta penduduk berada di bawah peringatan gelombang panas tingkat merah pada Senin, termasuk wilayah metropolitan Paris. Gelombang panas diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan pekan.

Gelombang panas juga diperkirakan segera melanda Italia dan berlangsung setidaknya selama sepekan. Ahli meteorologi memperkirakan suhu di wilayah pedalaman Pulau Sardinia dapat mencapai 42 hingga 43 derajat Celsius pada Selasa (14/7).




(eva/ygs)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terima Bantuan Ambulans dari Korpri, Tito: Sangat Berarti bagi Masyarakat Terdampak Bencana Sumatera
• 33 menit lalu
0
thumb
Bantah Kabar Eks Jampidsus Febrie Adrianysah Umrah, Kapuspenkum: Sudah Dicekal! | KOMPAS PETANG
• 4 jam lalu
0
thumb
Saham SK Hynix Anjlok 8 Persen di Seoul usai Sukses Debut di Wall Street
• 12 jam lalu
0
thumb
Produksi Nikel Ditahan, Hilirisasi Masih Dibayangi Defisit Bahan Baku Smelter
• 5 jam lalu
0
thumb
Marc Marquez Kuasai Sachsenring untuk ke-10 Kalinya di MotoGP
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.