REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemimpin Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Polri memastikan hubungan antara kedua lembaga penegak hukum dalam situasi yang baik-baik saja.
Penegasan itu disampaikan menyusul kabar ketegangan hukum yang berujung pada penetapan tersangka korupsi terhadap mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah oleh tim penyidikan gabungan Polda Metro Jaya dan Kortas Tipidkor.
Baca Juga
Kejanggalan Penyerahan Kasus Febrie dari Polisi ke Kejaksaan, Mahfud MD Pun Terkecoh
Mahfud MD Ungkap Kapolri dan Jaksa Agung Kerap Enggan Duduk di Satu Forum
UU Polri Terus Ditolak Mahasiswa, Mahfud MD: Itu Wajar karena tak Ada Perubahan
Ramai rumor di publik, kedua institusi itu tengah bertengkar dan memperumit hubungan keduanya yang sudah canggung selama ini. Mantan Menko Polhukam Mahfud MD ikut 'menggongi' hubungan tak sinergis tersebut menyebut Kapolri dan Jaksa Agung sulit bertemu dalam satu forum.
“Jangan berpikir kami (Kejagung dan Polri) ini rival, kami ini versus (saling melawan). Tidak,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin di hadapan Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Kejagung, Jakarta, Senin (13/7/2027).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Burhanuddin pun mengaku sebagai pribadi yang sudah mengenal Sigit sejak lama.“Kami dari dulu sudah mengenal secara pribadi,” ujar Burhanuddin yang menyapa Kapolri dengan kata 'sahabat'.
Karier keduanya, kata ia, selama ini yang mengantarkan masing-masing sebagai pemimpin Korps Adhyaksa dan Sigit sebagai Kapolri.
Meskipun beberapa hari belakangan situasi penegakan hukum yang panas dilakukan Polri terhadap eks Jampidsus Febrie Adriansyah, namun Burhanuddin memastikan tak ada ketersinggungan, maupun gesekan keras yang membuat Kejagung dan Polri menjadi beradu dalam rivalitas antarkorps.
“Jangan juga berpikir karena ada hal-hal sesuatu kemarin. Kita ini tetap bersilaturahmi seperti biasa yang kami lakukan,” ujar Burhanuddin.
Kedatangan Kapolri Sigit ke Kejagung kali ini, kata ia, demi memastikan tak ada kemandegan dalam komunikasi untuk tetap bersinergi antara institusi penegak hukum. “Dan kami membiacarakan untuk berpikir bagaiman perbaikan ke depan,” sambung Burhanuddin.
Kapolri Sigit juga menyampaikan hal yang sama. Jenderal Sigit menegaskan, kedatangannya menemui Jaksa Agung Burhanuddin sebagai kunjungan seorang adik terhadap kakak. “Kakak asuh saya, Pak Jaksa Agung, Pak Sanitiar Burhanuddin. Dan alhamdulillah hari ini kami mendapatkan kehormatan untuk diterima bersilaturahmi dan berudiensi terkait tentang banyak hal,” ujar Sigit.
Kapolri mengungkapkan, paling penting dalam obrolan selama kurang lebih 40 menit dengan Jaksa Agung, keduanya saling setuju dalam peningkatan kualitas kerjasama antara Kejagung dengan Polri.
“Kita membicicarakan untuk bagaimana ke depan, antara kejaksaan dan kepolisian sebagai satu ikatan aparat penegak hukum di dalam suatu system criminal justice ini tentunya harus diperkuat, dan kita perkokoh,” kata Sigit.
Kapolri menolak anggarapan terjadinya rivalitas yang terus menerus antara kejaksaan dan kepolisian, menyusul penetapan Febrie sebagai tersangka oleh tim penyidik gabungan Polda Metro dan Kortas Tipidkor Polri. “Yang jelas kejaksaan dan kepolisian adalah keluarga besar, dan kami akan terus menjaga agar keluarga besar ini terus terjaga soliditas, dan sinergisitasnya,” ujar Kapolri.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)
Komentar (0)