Polisi memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pengirim pesan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa. Pesan itu diterima oleh guru dan staf tata usaha (TU).
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan saat ini sudah ada tiga orang yang diperiksa polisi.
"Ya, betul, jadi kita sudah melakukan pemeriksaan tiga orang ya. Dari guru, kemudian dari staf TU yang di-WA, kemudian ada guru, lanjut dari kepala sekolahnya yang pasti kita minta keterangan nantinya," kata Nurma, Senin (13/7).
Sejumlah barang bukti tengah dikumpulkan oleh polisi. Nurma memastikan ada sanksi pidana untuk pengirim teror.
"Jika memang melakukan atau memberikan apa namanya, teror ya, jelas 1 tahun sampai 15 tahun. Itu jelas ya," ucap Nurma terkait ancaman hukuman untuk pelaku teror.
Nurma memastikan akan mengungkap motif teror itu usai pelaku ditangkap.
"Pasti, pasti kita dalami. Kita berdoa mudah-mudahan untuk yang melakukan hal yang tidak baik atau yang diduga melakukan, kita bisa mengamankan dan kita menanyakan apa motifnya," ujarnya.
Ancaman via WhatsAppSebelumnya guru dan staf tata usaha sekolah SDN Srengseng Sawah 15 menerima pesan WhatsApp berisi ancaman bahwa sekolah akan diledakkan dalam hitungan menit.
Berdasarkan foto tangkapan layar yang diterima, Senin (13/7), pelaku mengirim beberapa pesan bernada ancaman. Salah satunya berbunyi:
“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK…!!!”
Pesan serupa kembali dikirim dengan isi:
“SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK …!!!”
Pelaku juga mengirim ancaman lanjutan yang menyebut akan memantau situasi dari sekitar lokasi sekolah.
Pelaku juga memperingatkan agar pihak sekolah tidak melapor kepada kepolisian.
“JANGAN COBA COBA ANDA LAPOR POLICE SAYA TAHU DISANA ADA PAK RT UNTUK APA.”
Ancaman tersebut membuat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama dihentikan sementara. Seluruh siswa dipulangkan dari sekolah sebagai langkah antisipasi.






Komentar (0)