Terungkap Kisah Tragis Fakta di Balik Kebakaran Pabrik Sepatu Huiteng, Fujian, Tiongkok

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Kebakaran yang terjadi pada 9 Juli di Pabrik Sepatu Huiteng (Huiteng Shoes Co., Ltd.) di Desa Jiangtou, Kota Chendai, Jinjiang, Quanzhou, Provinsi Fujian, menewaskan 28 orang, menurut data resmi pemerintah Tiongkok.

Insiden ini memicu pertanyaan publik mengenai dugaan minimnya fasilitas pencegahan kebakaran dan lemahnya pengawasan keselamatan. Setelah kejadian tersebut, informasi mengenai perusahaan juga mulai beredar di internet, termasuk data yang menunjukkan bahwa dari lebih dari 1.000 karyawan yang diklaim dimiliki perusahaan, hanya 12 orang yang tercatat mengikuti asuransi sosial.

Pabrik memiliki lebih dari 1.000 pekerja, tetapi hanya 12 peserta asuransi sosial

Menurut laporan CCTV (televisi pemerintah Tiongkok), saat kebakaran terjadi terdapat 237 karyawan perusahaan dan 2 orang dari luar perusahaan berada di dalam gedung.

Kebakaran tersebut mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, sementara penanggung jawab perusahaan telah diamankan oleh kepolisian.

Berdasarkan data dari platform informasi perusahaan Tianyancha, Fujian Huiteng Shoes Co., Ltd. didirikan pada Februari 2015 dengan:

Pemegang saham utamanya adalah:

Perusahaan bergerak di bidang:

Meskipun perusahaan mempromosikan diri sebagai memiliki lebih dari 1.000 karyawan, data Tianyancha menunjukkan bahwa pada tahun 2025 hanya 12 orang yang tercatat sebagai peserta asuransi sosial perusahaan.

Warganet: Mayoritas pekerja hanyalah buruh sementara

Seorang warganet berkomentar: “Hanya segelintir pegawai inti dan manajemen yang mendapatkan jaminan sosial. Ratusan pekerja di lini produksi lainnya hanyalah ‘buruh sementara’, ‘buruh borongan’, atau pekerja fleksibel.”

Seorang warganet yang mengaku mengetahui kondisi setempat mengatakan bahwa bukan hanya pabrik yang mengalami kebakaran tersebut.

Menurutnya, di banyak pabrik sepatu lain di Jinjiang:

Jinjiang dikenal sebagai “Kota Sepatu Tiongkok”

Jinjiang dijuluki sebagai “Kota Sepatu Tiongkok” karena memiliki sangat banyak pabrik sepatu.

Media Tiongkok sebelumnya pernah melaporkan bahwa satu dari setiap lima pasang sepatu olahraga di dunia diproduksi di Chendai, Jinjiang.

Menurut platform informasi perusahaan Qichacha, pelanggan pabrik yang terbakar tersebut mencakup sejumlah merek internasional, antara lain:

Produk-produknya terutama diekspor ke:

Warganet: Tidak peduli kesejahteraan pekerja, juga tidak peduli keselamatan

Sejumlah warganet memberikan komentar: “Sebagian besar perusahaan masih menggunakan pola lama: tidak menandatangani kontrak kerja dan tidak membayar asuransi sosial.”

“Ada penelitian terhadap sebuah pabrik garmen di Jinjiang yang memiliki lebih dari 200 pekerja. Hanya 45 orang yang didaftarkan dalam asuransi sosial, sedangkan sisanya adalah buruh borongan sementara.”

“Kalau sebuah pabrik tidak peduli pada kesejahteraan pekerjanya, kemungkinan besar juga tidak peduli terhadap keselamatan kerja. Kecelakaan besar hanya tinggal menunggu waktu.”

Kebakaran serupa pernah terjadi pada tahun 2020

Pada 8 Agustus 2020, sebuah pabrik di Desa Xiban, Chendai, Jinjiang, juga mengalami kebakaran.

Menurut laporan resmi saat itu, kebakaran dipicu oleh:

Akibatnya para pekerja tidak dapat melarikan diri dengan aman, dan 8 orang meninggal dunia.

Kritik masyarakat

Warganet mengkritik bahwa kecelakaan seperti ini terus berulang.

Beberapa komentar di antaranya: “Setiap tahun selalu terjadi kecelakaan seperti ini. Prosesnya selalu sama: diselidiki, diberi peringatan, lalu beberapa waktu kemudian terulang lagi.”

“Sebenarnya lingkungan kerja di pabrik-pabrik seperti ini memang sudah lama sangat buruk. Hanya saja para pekerja lapisan bawah di berbagai pabrik jarang mendapat perhatian.”

Dilaporkan oleh Li Li / Diedit oleh Li Qian


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemarin, Prabowo hadiri Harkopnas hingga Hashim beri klarifikasi
• 13 jam lalu
0
thumb
Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara
• 5 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ungkap Alasan Bentuk Koperasi Merah Putih, Putus Jerat Rentenir hingga Salurkan Subsidi
• 14 jam lalu
0
thumb
Saling Mengira Satpam, Cerita Unik Awal Pertemuan Abdel dan Temon Sebelum Jadi Komedian Terkenal
• 18 jam lalu
0
thumb
Kenangan Mongol soal Temon: Sosok Rendah Hati yang Tak Pernah Merasa Senior
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.