HIMAHI UKI Dorong Mahasiswa Bangun Personal Value lewat Kelas Karier HI 2026

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonesia (HIMAHI UKI) menggelar Kelas Karier HI 2026 bertajuk Roadmap to Your Future Career: Bangun Personal Value dari CV hingga Visi Masa Depan di ruang Seminar Lantai 3 Gedung AB, Universitas Kristen Indonesia, Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi, pengalaman, dan karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Melalui seminar tersebut, HIMAHI UKI menghadirkan ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dari berbagai bidang profesional. Peserta memperoleh wawasan mengenai penyusunan curriculum vitae (CV), pengembangan portofolio, personal branding, hingga strategi membangun karier sejak masih menempuh pendidikan.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Peneliti dan Pelaksana Program Bidang Energi The Habibie Center M. Arief Virgy, S.I.Pol., M.A., serta Founder & CEO Zeekend Syahrul Khaidar, S.I.Kom. Keduanya membagikan pengalaman dan strategi membangun kesiapan karier melalui penyusunan CV, pengembangan portofolio, hingga membangun personal value yang sesuai dengan kebutuhan dunia profesional.

Dalam pemaparannya, Arief Virgy mengajak peserta mengubah cara pandang mengenai penyusunan CV. Menurutnya, CV yang baik tidak ditentukan oleh banyaknya pengalaman atau organisasi yang pernah diikuti, melainkan relevansi pengalaman tersebut dengan tujuan karier yang ingin dicapai.


HIMAHI UKI menyerahkan plakat kepada Peneliti dan Pelaksana Program Bidang Energi The Habibie Center M. Arief Virgy sebagai narasumber Kelas Karier HI 2026. (Foto: Dok. Ist)

Ia juga membagikan pengalamannya saat memperoleh kesempatan magang sebagai Media Analyst Intern di Sekretariat Negara berkat konsistensinya membangun portofolio tulisan dan aktif melakukan riset kebijakan publik sejak masih menjadi mahasiswa.

Arief menilai mahasiswa Hubungan Internasional memiliki modal kuat berupa kemampuan berpikir kritis dan menulis. Menurutnya, tugas kuliah, hasil penelitian, artikel opini, hingga jurnal ilmiah dapat dikembangkan menjadi portofolio profesional yang menunjukkan kapasitas akademik sekaligus minat seseorang terhadap isu tertentu.

Selain membahas portofolio, Arief juga menyoroti perkembangan AI yang semakin memengaruhi dunia kerja. Menurutnya, AI dapat membantu berbagai pekerjaan, tetapi kemampuan berpikir kritis tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi. Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan proses belajar untuk terus mengasah kemampuan membaca, menulis, menyusun argumentasi, dan melakukan analisis.
 

Baca Juga :

Pembelajaran Berbasis Praktik Siapkan Profesional Hadapi Dunia Kerja


Pada sesi berikutnya, Syahrul Khaidar menjelaskan bahwa CV merupakan representasi personal branding yang mencerminkan identitas seseorang, bukan sekadar dokumen administratif untuk melamar pekerjaan.

Jika nama Anda dihapus dari CV, apa yang masih membuat orang mengenali siapa Anda? ujar Syahrul.

Menurut Syahrul, personal branding yang kuat harus dibangun di atas personal value yang kokoh, yakni melalui pengembangan skill, experience, achievement, dan character secara seimbang. Ia menambahkan, perusahaan saat ini tidak hanya mencari lulusan dengan indeks prestasi tinggi, tetapi juga individu yang mampu menunjukkan dampak nyata dari pengalaman yang dimiliki.

Syahrul juga mengingatkan kesalahan yang kerap ditemukan dalam penyusunan CV adalah hanya mencantumkan jabatan tanpa menjelaskan kontribusi yang diberikan. Untuk itu, ia memperkenalkan metode STAR (Situation, Action, Result) sebagai kerangka dalam menyusun pengalaman secara sistematis sehingga pencapaian dapat terlihat lebih konkret.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari cara membangun personal branding ketika belum memiliki banyak pengalaman, pentingnya mengembangkan LinkedIn bersamaan dengan portofolio, cara menampilkan pengalaman kerja informal secara profesional, hingga batasan etis dalam memperkuat isi CV.


Mahasiswa mengikuti Kelas Karier HI 2026 yang membahas penyusunan CV, pengembangan portofolio, hingga strategi membangun karier sejak di bangku kuliah. (Foto: Dok. Ist)

Kedua narasumber sepakat bahwa setiap pengalaman memiliki nilai selama mampu menunjukkan proses belajar dan kontribusi nyata. Sebaliknya, informasi yang dilebih-lebihkan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan justru dapat merugikan pelamar di kemudian hari.

Melalui kegiatan ini, HIMAHI UKI berharap mahasiswa dapat mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan membangun kompetensi yang relevan, portofolio yang kuat, serta personal value yang mampu menjadi pembeda di tengah persaingan kerja yang semakin dinamis.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Event Konser hingga VIP Meet & Greet Lebih Terorganisir dengan Layanan Transportasi dari Goldenbird dan Bigbird
• 10 jam lalu
0
thumb
279 Orang Kaya Ketahuan Akali Pajak, Begini Modusnya
• 13 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Senin Ini: Cerah hingga Berawan
• 14 jam lalu
0
thumb
Ibiza Club Surabaya Dirikan Sekolah DJ, Sambut Peluang Besar Industri Musik Elektronik Masa Depan
• 19 jam lalu
0
thumb
DJP Kejar Setoran Pajak Sektor Informal, Ini Caranya
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.