BPS: China Kuasai 98% Pasokan Impor Bawang Putih di Indonesia

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia masih sangat bergantung pada China untuk memenuhi kebutuhan impor bawang putih. Sepanjang Januari–Mei 2026, sekitar 98,31% dari total impor bawang putih nasional berasal dari negara tersebut.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan sepanjang lima bulan pertama 2026, total volume impor bawang putih mencapai 186.780 ton. Realisasi impor ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 134.800 ton. 

BPS mencatat, hampir seluruh impor bawang putih sepanjang Januari–Mei 2026 berasal dari China dengan volume 183.620 ton atau setara 98,31% dari total impor nasional.

“98,31% impor bawang putih kita memang berasal dari China, atau sepanjang Januari–Mei 2026 kita telah mengimpor 183.620 ton dari China,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (13/7/2026).

Sementara itu, India menjadi pemasok terbesar kedua dengan volume impor sekitar 3.150 ton atau 1,69%. Adapun negara lainnya hanya menyumbang sekitar 1.000 ton atau mendekati nol.

Amalia mengatakan mayoritas bawang putih yang diimpor Indonesia masih berupa bawang putih segar (fresh garlic) maupun bawang putih yang disimpan dalam kondisi dingin.

Baca Juga

  • BPS Beri Peringatan soal Lonjakan Harga Beras, Minyak Goreng, dan Bawang Putih
  • Mendag Masih Evaluasi Permintaan Tambah Kuota Impor Bawang Putih
  • Harga Masih Tinggi, Importir Bawang Putih Tersandung Nilai Tukar Rupiah dan Tata Niaga

Berdasarkan klasifikasi HS 8 digit, impor didominasi komoditas garlic, other than bulbs for propagation, fresh or chilled (HS 07032090) dengan volume 180.870 ton atau 96,83% dari total impor.

Selanjutnya, impor garlic, dried, whole, cut, sliced, broken or in powder, but not further prepared (HS 07129010) mencapai 5.910 ton atau 3,17%. Sementara itu, impor garlic, bulbs for propagation, fresh or chilled (HS 07032010) tercatat sangat kecil atau mendekati nol.

Berdasarkan data sementara, volume impor bawang putih sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 229.760 ton atau naik 28,44% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, secara bulanan volume impor pada Juni tercatat lebih rendah dibandingkan Juni 2025. Namun, secara kumulatif sepanjang semester I/2026, realisasi impor masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Secara kumulatif dari Januari–Juni ini sudah lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu, sehingga dengan demikian kalau kita perhatikan ini yang bisa menjadi landasan kita untuk kemudian melakukan beberapa intervensi,” katanya.

Di sisi lain, BPS mencatat nilai impor bawang putih tetap meningkat meski volume impor pada Juni melambat. Kondisi tersebut menunjukkan harga bawang putih impor atau unit value mengalami kenaikan.

Menurut Amalia, kenaikan harga bawang putih impor dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing serta meningkatnya biaya logistik internasional.

“Beberapa dinamika yang terjadi adalah kalau kita lihat kenaikan dari bawang putih salah satunya ada faktor dari pelemahan nilai tukar rupiah dan meningkatnya biaya logistik internasional,” pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lewat Pemberdayaan BRI, Suhita Lebah Indonesia Kembangkan Usaha Madu Berkelanjutan Berbasis Komunitas
• 2 jam lalu
0
thumb
KDKMP Unggulan Tampil di Puncak Harkopnas ke-79, LPDB Koperasi Tegaskan Komitmen Pembiayaan
• 4 jam lalu
0
thumb
Fenomena PayLater di Kalangan Mahasiswa: Solusi atau Jebakan?
• 16 jam lalu
0
thumb
AC Milan Mulai Digembosi, Kini Tim Inggris Siap Bajak Pervis Estupinan Musim Panas Ini
• 7 jam lalu
0
thumb
Hari Pertama Sekolah dan Perjuangan Seorang Ayah yang Jalankan Peran Ibu
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.