MPLS di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Dibubarkan Imbas Ancaman Teror Bom

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin, dibubarkan imbas dugaan teror bom melalui pesan pribadi yang dikirim ke salah satu guru.

Kepolisian juga mengevakuasi para siswa dan guru untuk keluar dari area sekolah.

Baca Juga :
Polisi Kantongi Identitas Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa
Kronologi Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Jaksel, Teror Beredar Lewat WhatsApp

"MPLS sudah dibubarkan, kita sudah koordinasi dengan semua pihak. Orang tua siswa juga pada panik," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Photo :
  • ANTARA/Luthfia Miranda Putri

Nurma mengatakan kini kegiatan mengajar dibubarkan dan para siswa sudah diminta untuk pulang.

Hingga kini, pihak kepolisian sedang melakukan penyisiran lokasi selama lebih dari dua jam.

"Untuk sementara ini kita dari anak murid, kemudian wali murid kita kembalikan dulu ke rumah masing-masing atau dipulangkan karena memang dari Gegana untuk bekerja mencari apa betul atau tidak untuk teror yang diberikan," katanya.

Kepolisian menyisir dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Polisi menerima laporan dugaan ancaman teror bom pada pukul 07.30 WIB. Diketahui saat itu siswa dan guru sedang melaksanakan upacara pada hari pertama MPLS.

Teror itu telah beredar di kalangan guru hingga akhirnya mereka memutuskan untuk melapor ke kepolisian.

Berdasarkan pantauan, tampak personel Brimob berjaga di dalam sekolah dengan membawa senjata api dan dua unit mobil Tim Gegana.

Kemudian, ada juga petugas Dinas Perhubungan dan Dinas Gulkarmat DKI yang berjaga di sekitar lokasi. (Ant)

Baca Juga :
Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: MPLS 2026 Wajib Bebas Perploncoan dan Senioritas
Ruben Onsu Ungkap Pernah Diteror Kepala Babi hingga Kucuran Darah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berlangsung Meriah, Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Resmi Ditutup
• 21 jam lalu
0
thumb
FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 2030 Berformat 64 Tim
• 10 jam lalu
0
thumb
Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026, Lini Belakang Messi Cs Malah Jadi Sorotan
• 12 jam lalu
0
thumb
Libur Sekolah Makin Seru, KAI Schooliday 2026 Ajak Anak Jadi Petugas Stasiun Sehari di Kertapati
• 4 jam lalu
0
thumb
Jadwal Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 13 Juli 2026 di 25 Ruas Jalan, Waspada Melanggar Kena Tilang
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.