Karhutla Palangka Raya Meningkat, Helikopter BNPB Lakukan Water Bombing

rctiplus.com
6 jam lalu
Cover Berita
Karhutla Palangka Raya Meningkat, Helikopter BNPB Lakukan Water BombingNasional | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 11:50Dengarkan Berita

PALANGKA RAYA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai meningkat saat memasuki musim kemarau di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebanyak 15 kasus tercatat terjadi sejak status siaga karhutla ditetapkan pada 1 Juni 2026.

Kebakaran terbaru terjadi di Jalan Danau Rangas, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Minggu (12/7/2026). Api membakar lahan gambut yang dipenuhi semak belukar kering dan sisa tebangan pohon.

Material yang mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat menjalar ke area yang lebih luas. Asap pekat juga terlihat menyelimuti sebagian lokasi kebakaran.

Tim gabungan langsung dikerahkan untuk mencegah api semakin meluas. Proses pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara dengan melibatkan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemadaman dari udara dilakukan dengan metode water bombing. Helikopter berulang kali menjatuhkan air ke titik-titik api yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Baca Juga:Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker

Sementara itu, pemadaman darat melibatkan BPBD Kota Palangka Raya, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, TNI, Polri, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, serta sejumlah kelompok masyarakat.

Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Bukit Tunggal dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Petuk Katimpun juga ikut membantu proses pemadaman serta pembasahan lahan gambut.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi mengatakan, jumlah kejadian karhutla terus bertambah sejak pemerintah daerah menetapkan status siaga.

"Berdasarkan data, sejak status Siaga Karhutla ditetapkan oleh Wali Kota pada 1 Juni 2026, tercatat sudah 15 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Kelurahan Bukit Tunggal menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yaitu 10 kejadian dengan total luas lahan terbakar lebih dari 10 hektare," ujar Hendrikus Senin (13/7/2026).

Dari 15 kejadian tersebut, sebanyak 10 kebakaran terjadi di Kelurahan Bukit Tunggal. Total lahan yang terbakar di wilayah itu telah mencapai lebih dari 10 hektare.

BPBD menduga sebagian kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, baik karena unsur kesengajaan maupun kelalaian saat membersihkan lahan.

"Kejadian pembakaran ini bisa terjadi karena ulah manusia, oknum," katanya.

Baca Juga:Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026

Hendrikus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kondisi lahan gambut yang kering membuat api mudah menyebar dan sulit dipadamkan hingga ke bagian bawah permukaan tanah.

Pemerintah daerah juga akan meningkatkan koordinasi antarlembaga selama status Siaga Karhutla masih berlaku. Patroli dan pemantauan akan dilakukan di daerah-daerah yang dinilai rawan terbakar.

Masyarakat diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan. Langkah cepat diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas warga.

#kalteng

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Beri Jawaban! Polda Metro Tolak Dalil Roy Suryo di Sidang Praperadilan Kedua Kasus Ijazah Jokowi
• 5 jam lalu
0
thumb
Mahfud: Pengalihan Perkara Eks Jampidsus ke Kejaksaan Janggal, Tak Sesuai KUHAP
• 9 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Besok Senin 13 Juli 2026: 3 Wilayah Waspada Hujan, Bibit Siklon 97W Terpantau
• 23 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Rombongan Tamu Pernikahan di Indramayu, Korban Tewas Bertambah Jadi 12 Orang
• 6 jam lalu
0
thumb
Polisi Terima Laporan Mahasiswi UAD Terduga Korban Pelecehan Seksual Teman KKN
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.