London: Inggris, Prancis, dan Jerman mengecam keras serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz serta sejumlah negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Minggu, 12 Juli 2026, ketiga negara yang tergabung dalam kelompok E3 tersebut mengutuk apa yang mereka sebut sebagai serangan sembrono Iran terhadap pelayaran internasional dan negara-negara tetangga.
"Kami mengecam serangan sembrono Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz dan negara-negara di kawasan tersebut, termasuk Qatar, Kuwait, Bahrain, Oman, dan Yordania," ujar bunyi pernyataan bersama tersebut.
Dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 13 Juli 2026, kelompok E3 menegaskan bahwa penghormatan terhadap kedaulatan negara dan kebebasan navigasi merupakan prinsip dasar yang dijamin oleh hukum internasional.
Menurut mereka, keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz harus tetap dijaga mengingat peran strategis kawasan tersebut terhadap perdagangan dan pasokan energi global.
Inggris, Prancis, dan Jerman juga menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemulihan aktivitas pelayaran internasional secara normal di jalur perairan tersebut.
Selain itu, ketiga negara Eropa tersebut menyampaikan solidaritas kepada negara-negara mitra mereka di kawasan Teluk yang terdampak oleh meningkatnya ketegangan dalam beberapa hari terakhir.
Dalam pernyataannya, E3 turut menyerukan pemulihan segera kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya dimediasi Pakistan.
Ketiga negara juga mendesak dibukanya kembali ruang perundingan guna meredakan eskalasi militer dan mencegah meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya aksi saling serang antara Washington dan Teheran yang dipicu oleh sengketa terkait lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran meluncurkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, sementara Amerika Serikat terus meningkatkan operasi militernya terhadap berbagai target di wilayah Iran.
Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan dan potensi gangguan terhadap salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Iran Ancam Negara yang Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Peluncuran Serangan AS





Komentar (0)