Prabowo Ingin RI Buat Bensin dari Jagung dan Sorgum, Target 4 Tahun!

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan Indonesia bisa mandiri energi, salah satunya dengan mengembangkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin dengan bahan baku jagung hingga sorgum.

Bensin dari tanaman itu diharapkan bisa berjalan pada waktu 3-4 tahun lagi.

Prabowo mulanya menyampaikan, bahwa Indonesia sudah lepas dari impor BBM jenis solar melalui terlaksananya program mandatori pencampuran BBM jenis solar dengan bahan bakar nabari (BBN) minyak kelapa sawit sebanyak 50% atau biodiesel 50% (B50).


Baca: RI Bersiap Surplus Solar Hingga 4 Juta KL

"Baru beberapa hari lalu kita launching B50, solar 50% dari kelapa sawit. Mulai bulan ini kita tdk lagi impor solar dari luar negeri," terang Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Jakarta Pusat pada Minggu, dikutip Senin (14/7/2026).

Atas keberhasilan itu, kata Prabowo, profesor-profesor dari Indonesia kini tengah mengembangkan bensin dari kelapa sawit, etanol, jagung hingga sorgum.

"Jadi dalam 3-4 tahu, kita bisa hasilkan bensin dari tanaman,". "Berarti petani singkong, jagung akan hidup makmur, petani-petani di Indonesia akan berbuat baik untuk bangsa dan keluarganya," tegas Prabowo.

RI sekarang surplus solar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan dengan adanya B50 Indonesia terlepas dari impor solar. Bahkan di tahun ini, Indonesia akan megalami surplus solar hingga 4 juta Kilo Liter (KL). 

Surplus solar itu didorong atas peningkatan kapasitas kilang nasional yang dipadukan dengan penggunaan biodiesel 50%. Hal itu memastikan kebutuhan bahan bakar dalam negeri dapat terpenuhi secara mandiri dan lebih efisien.

"Memang di dalam hitungan kita dengan Pertamina, ke depan mungkin akan terjadi surplus. Karena dengan optimalisasi terhadap kilang kita yang ada di Kalimantan Timur itu menghasilkan 5,6 juta kiloliter di kilang kita yang ada di Kalimantan. Itu penambahan. Maka akan terjadi surplus. Surplusnya itu diperkirakan ya di antara 3 sampai 4 juta," katanya di sela acara Peresmian Peluncuran Mandatori B50, di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, dikutip Senin (13/7/2026).


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: DPR Pantau Efisiensi Anggaran - Alasan Anggaran MBG 2027 Turun

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mabes TNI Ungkap Isi Pertemuan Panglima dan Kapolri
• 1 jam lalu
0
thumb
Prabowo Kritik Neoliberalisme, Pertanyakan Trickle-Down Effect
• 21 jam lalu
0
thumb
Waspada Hujan Lebat di 3 Wilayah Senin 13 Juli, Cek Lokasi Terdampak
• 11 jam lalu
0
thumb
Muncul Desakan agar Mahasiswa UAD Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi Disanksi DO
• 4 jam lalu
0
thumb
Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan Energi, Salurkan Perdana Biosolar Industri B50
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.