Purwakarta, ERANASIONAL.COM – Penyebab ledakan dahsyat yang terjadi di sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Hingga kini, polisi belum dapat memastikan sumber ledakan dan masih menunggu kedatangan Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Proses evakuasi korban maupun pemeriksaan di lokasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena area ledakan masih disterilkan.
Jenazah korban masih berada di lokasi sembari menunggu pemeriksaan tim ahli.
Selain itu, puing-puing bangunan yang hancur akibat ledakan sengaja dibiarkan dalam kondisi semula guna menjaga keutuhan barang bukti selama proses investigasi berlangsung.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB pada Minggu (12/7/2026), namun penyebabnya belum dapat dipastikan.
“Benar pada hari ini sekitar pukul 08.00 telah terjadi ledakan di sebuah toko bangunan di Desa Wanasari, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta. Untuk penyebab ledakan, kami masih berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom Polda Jawa Barat. Kesimpulan baru dapat disampaikan setelah olah TKP oleh Satreskrim dan Tim Gegana Satbrimob Polda Jabar selesai dilakukan,” ujar Kapolres di lokasi kejadian.
Saat ini, penyidik terus mengumpulkan berbagai informasi dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat insiden terjadi.
Keterangan para saksi nantinya akan dipadukan dengan hasil pemeriksaan forensik di lokasi ledakan.
Polisi memastikan peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Korban diketahui merupakan pegawai toko bangunan tempat ledakan terjadi.
Meski demikian, aparat belum mengungkapkan secara rinci kondisi korban maupun tingkat kerusakan bangunan karena penyelidikan masih berlangsung.
“Dalam peristiwa ini terdapat satu korban meninggal dunia. Kami akan melakukan proses autopsi. Beberapa rumah di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan. Saat ini fokus kami adalah mengamankan TKP agar masyarakat tidak mendekat, sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya potensi bahaya lain. Setelah olah TKP selesai, hasilnya akan kami sampaikan,” kata Kapolres.
Di sisi lain, suasana di lokasi sempat memanas ketika keluarga korban datang dan meminta agar jenazah segera dievakuasi untuk proses pemulasaraan.
Aparat kepolisian kemudian menenangkan situasi dengan mengamankan salah seorang anggota keluarga korban ke lokasi yang lebih kondusif, sehingga penanganan di TKP dapat berlangsung tanpa hambatan.






Komentar (0)