Menurut laporan New Tang Dynasty (NTD) yang mengutip AFP dan Reuters, pada 10 Juli sebuah jendela pesawat milik Ryanair tiba-tiba pecah saat penerbangan. Akibat tekanan udara yang berubah drastis, kepala seorang penumpang pria berusia sekitar 60 tahun sempat tersedot keluar dari kabin. Berkat sabuk pengaman yang masih terpasang serta bantuan istrinya dan penumpang lain, pria tersebut berhasil diselamatkan dan tidak mengalami cedera yang mengancam jiwa.
EtIndonesia.com Pesawat Boeing 737 dengan nomor penerbangan FR1879 itu lepas landas dari Bandara Internasional Thessaloniki Yunani menuju Bandara Memmingen, negara bagian Bavaria, Jerman.
Sekitar 10 menit setelah lepas landas, ketika pesawat mencapai ketinggian sekitar 16.000 kaki (sekitar 4.900 meter), terdengar suara ledakan keras dari dalam kabin, kemudian salah satu jendela pecah sehingga terjadi depresurisasi (hilangnya tekanan kabin) secara cepat.
Seorang penumpang mengatakan kepada sebuah stasiun radio di Thessaloniki: “Sebagian besar dari kami sedang tidur. Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras, seperti ban yang meletus.”
Penumpang lain bernama Christina menceritakan: “Orang-orang langsung berteriak. Sesaat saya mengira ada yang membuka pintu darurat. Masker oksigen langsung turun, dan tercium bau yang sangat menyengat di dalam kabin.”
WATCH: Video showing the damaged engine that caused debris to smash through a Ryanair 737 cabin window earlier today. https://t.co/oWAPFHOt76 pic.twitter.com/ZSOAu0oOE2
— Breaking Aviation News & Videos (@aviationbrk) July 10, 2026Ia juga mengatakan: “Kepala dan bahu seorang penumpang terlihat berada di luar jendela. Untungnya ia tidak melepaskan sabuk pengamannya.”
Menurut laporan, pria berkewarganegaraan Serbia itu tersedot ke arah jendela yang pecah akibat aliran udara yang sangat kuat.
Istrinya terus memegang kedua kakinya selama sekitar lima menit, sementara beberapa penumpang lain membantu menariknya kembali ke dalam kabin.
Setelah pesawat mendarat, pria tersebut dibawa ke rumah sakit. Ia mengalami beberapa luka lecet akibat gesekan serta syok berat, tetapi kondisinya dilaporkan stabil.
Pilot kemudian melakukan pendaratan darurat di Bandara Thessaloniki.
Dalam pernyataannya, Ryanair menyebut insiden tersebut disebabkan oleh lepasnya salah satu jendela pesawat saat penerbangan. Penyebab pasti kejadian itu masih dalam penyelidikan, dan seluruh penumpang telah dipindahkan ke penerbangan lain menuju tujuan akhir mereka.
Sejumlah media Yunani dan Jerman melaporkan bahwa banyak penumpang menduga terjadi kerusakan pada mesin pesawat. Mereka menduga serpihan komponen yang terlepas menghantam jendela akrilik kabin hingga pecah dan menyebabkan hilangnya tekanan kabin. Namun, dugaan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi.
Sementara itu, Irish Aviation Authority menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Yunani dan Malta dalam melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden itu. (***)






Komentar (0)