VIVA – Podcast Jejak Backpacker tengah menjadi sorotan publik setelah menghadirkan seorang narasumber bernama Fitri yang mengaku sebagai mantan asisten artis. Dalam tayangan tersebut, Fitri tampil mengenakan topeng dan menyampaikan pengakuan mengejutkan terkait praktik pesugihan di Gunung Kawi yang disebut-sebut pernah melibatkan seorang artis.
Pengakuan itu dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu beragam spekulasi. Banyak warganet mengaitkan cerita tersebut dengan isu pesugihan Gunung Kawi yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk rumor yang sempat menyeret nama Sarwendah. Meski demikian, hingga kini tidak ada bukti yang dapat mengonfirmasi keterkaitan tuduhan tersebut dengan pihak yang disebut-sebut di media sosial.
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, pesulap sekaligus kreator konten Marcel Radhival atau yang lebih dikenal sebagai Pesulap Merah justru melontarkan tudingan mengejutkan. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menduga podcast tersebut menggunakan narasumber palsu yang telah disiapkan untuk menyampaikan cerita yang tidak benar.
Menurut Marcel, ia memperoleh informasi dari sejumlah pihak yang mengaku pernah terlibat sebagai narasumber di kanal tersebut. Mereka disebut menerima bayaran dengan nominal tertentu untuk membawakan kisah yang telah disusun sebelumnya.
"Terima kasih orang-orang yang pernah pura-pura jadi narasumber bertopeng untuk cerita horor ataupun pura-pura pesugihan. Case closed, ternyata dibayarnya untuk cerita palsu 150-350 ribu persekali shooting. Cobalah berani nyebut nama saya, kantor kalian saya samperin dan saya todong langsung untuk jujur," tulis Pesulap Merah di Instagram, dikutip Senin 13 Juli 2026.
Tak berhenti di situ, Marcel juga mengajak pihak-pihak lain yang mengaku pernah menjadi narasumber bertopeng di kanal tersebut agar menghubungi timnya. Ia menilai apabila dugaan tersebut benar, maka praktik tersebut berpotensi merugikan banyak pihak, terutama lokasi-lokasi yang dijadikan bahan cerita mistis.
"Yang pernah jadi narasumber palsu bertopeng lainnya dichannel @jejakbackpacker , boleh contact ke admin saya ya.. kasian kalian dibayar 150 ribu doang untuk cerita bohong, sedangkan pemilik channel meraup puluhan juta dari cerita bohong dan merugikan nama baik tempat adat serta merugikan banyak orang atas asumsi yang mereka sebar," sambungnya.






Komentar (0)