BUOL, KOMPAS - Gempa berkekuatan Magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (12/7/2026). Selain merusak sejumlah bangunan, dampak gempa membuat satu orang pasien yang tengah evakuasi meninggal dunia. Ribuan warga juga mengungsi mandiri karena khawatir akan dampak gempa.
Pada pukul 21.46 WITA, gempa mengguncang wilayah Pantai Barat Laut Buol, Sulawesi Tengah. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini bermagnitudo 5,4 pada kedalaman 10 km. Sebelumnya, gempa tercatat 5,1 pada kedalaman 21 km. Episenter gempa bumi tepatnya berlokasi di laut 37 km Timurlaut Buol, Sulawesi Tengah.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Namun, sejumlah dampak dari gempa terjadi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tengah Sulteng Asbudianto, dihubungi dari Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2026).
Gempa yang terjadi pada malam hari, ia melanjutkan, sontak membuat warga panik. Guncangan keras terasa selama beberapa waktu. Warga berlarian keluar rumah dan mencari tempat evakuasi.
Sejumlah bangunan rusak akibat kejadian ini. Kantor, rumah makan, dan rumah warga rusak diguncang gempa. Plafon, dinding, hingga atap ambruk. Bahkan, sejumlah bangunan di RSUD Buol juga rusak.
“Ada satu pasien yang meninggal dunia saat gempa terjadi,” tambahnya.
Kepala Bidang Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andi A Sembiring menuturkan, korban meninggal tersebut diketahui merupakan seorang pasien yang tengah menjalani perawatan. Saat gempa terjadi, korban dirawat di bagian ICU rumah sakit.
Panik saat gempa, keluarga lalu membawanya keluar menuju parkiran rumah sakit. “Di situ korban alami serangan jantung hingga meninggal dunia. Bukan karena tertimpa bangunan, tapi karena efek panik saat gempa terjadi,” ucap Andi.
Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan dan pemutakhiran data dampak gempa. Koordinasi dengan BNPB dan BPBD Buol juga terus dilakukan. Gempa menjadi atensi pemerintah untuk segera ditangani dan diatasi.
Menurut Andi, BPBD Sulteng segera turun untuk melakukan pemantauan dan membawa bantuan. Selain sembako, juga ada tenda darurat, dan sejumlah perlengkapan lain.
Berdasarkan estimasi peta guncangan ( shakemap ) BMKG, gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas hingga skala IV MMI di Karamat, Biau, Lakea, Kota Tolitoli dan Kota Buol. Selain itu, guncangan skala III MMI dirasakan Kota Parigi, Kota Marisa dan Kota Tilamuta.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik geser (Oblique-thrust), ucap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan resminya.
Gempa merusak terus terjadi di wilayah Sulawesi Tengah. Pertengahan Juni lalu, gempa berkekuatan 6,7 terjadi di Kabupaten Sigi. Selain satu orang tewas karena serangan jantung, tercatat 13 orang mengalami luka berat dan 63 orang luka ringan. Tidak hanya itu, sekitar 800 rumah mengalami kerusakan dengan 12 unit di antaranya rusak berat.






Komentar (0)