D-8 Halal Expo Indonesia 2026 Ditutup, Bukukan Komitmen Transaksi Rp241 Miliar

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 resmi ditutup pada Minggu, 12 Juli 2026, setelah berlangsung selama lima hari sejak 8 Juli lalu di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Berdasarkan siaran pers Kementerian Luar Negeri RI, penyelenggaraan perdana ajang ekonomi halal internasional tersebut berhasil membukukan komitmen transaksi senilai sekitar USD13,4 juta atau setara Rp241,2 miliar, yang melibatkan pelaku usaha Indonesia dengan mitra bisnis dari berbagai negara anggota Developing-8 (D-8).

Secara keseluruhan, D-8 HEI menghadirkan 80 stan yang diisi oleh 80 perusahaan dari negara-negara anggota D-8 maupun negara mitra lainnya seperti Palestina dan Sri Lanka.

Pameran tersebut juga berhasil menarik minat pembeli dari negara di luar blok D-8, termasuk Amerika Serikat, Rusia, dan Singapura.

Selama lima hari pelaksanaan, lebih dari 5.000 pengunjung dari dalam maupun luar negeri tercatat menghadiri kegiatan tersebut.

D-8 HEI juga menyelenggarakan 29 sesi business matching yang mempertemukan eksportir, produsen, investor, serta calon mitra dagang dari berbagai negara.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) dan surat pernyataan niat atau letter of intent (LoI) berhasil ditandatangani oleh pelaku usaha Indonesia dengan perusahaan dari negara-negara anggota D-8.

Nilai total dari berbagai kesepakatan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar Rp241,2 miliar dengan cakupan sektor antara lain perdagangan rempah-rempah serta bahan baku industri halal.

Penyelenggaraan D-8 HEI perdana dinilai berhasil memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penggerak perdagangan ekonomi halal dunia, yang sekaligus menjadi salah satu prioritas utama dalam Keketuaan Indonesia pada organisasi D-8 periode 2026-2027.

Selain itu, ajang tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai nilai halal di tingkat regional maupun global, meningkatkan perdagangan produk halal antarnegara anggota, serta memperluas akses pasar ke negara-negara mitra di luar blok D-8.

Tidak hanya berfokus pada transaksi bisnis, D-8 HEI juga menjadi wadah pengembangan kapasitas pelaku industri halal melalui pertukaran pengalaman, teknologi, dan inovasi.

Forum tersebut turut mempertemukan inovator, investor, regulator, serta pelaku usaha guna membangun kolaborasi jangka panjang yang berkelanjutan.

Berbagai minat investasi, kerja sama bisnis, dan kesepahaman yang tercapai selama penyelenggaraan D-8 HEI dijadwalkan akan ditindaklanjuti pada tahap berikutnya guna memastikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi seluruh negara peserta.

Baca juga:  Hari Keempat D-8 HEI 2026, Indonesia Perkuat Ekspor Rempah ke Negara D-8


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Denera Umumkan 8 Mitra PSEL Tahap 2, Nilai Investasi Capai Rp 25 T
• 1 jam lalu
0
thumb
Gunung Semeru 8 Kali Erupsi, Tinggi Letusan hingga 900 Meter
• 23 jam lalu
0
thumb
DPR Dorong Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Batubara PLN
• 14 menit lalu
0
thumb
150 ribu KPM masuk daftar pemberdayaan ekonomi dari pemerintah
• 6 jam lalu
0
thumb
Marak Kekerasan di Ponpes, Gernas RANA Diluncurkan
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.